KPK Dalami Rekaman Percakapan Permintaan Uang Idrus Marham

Penulis: Nurjiyanto Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 23:25 WIB Politik dan Hukum
KPK Dalami Rekaman Percakapan Permintaan Uang Idrus Marham

ANTARA

TIM penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebagai saksi untuk tersangka Eni Maulani Saragih. Pada pemeriksaan yang berlangusung sekitar 8 jam ini penyidik memperdengarkan rekaman komunikasi hasil sadapan KPK kepada Idrus terkait suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1 antara Idrus dengan Eni.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menerangkan pemeriksan terhadap Idrus dilakukan penyidik KPK untuk memperdalam adanya pemberian uang sebesar US$2,5 juta dari rekaman komunikasi antara Idrus dengan Eni Saragih yang telah diperdengarkan dalam persidangan.

"Terhadap Idrus Marham yang diperiksa sebagai saksi, tadi diperdengarkan rekaman komunikasi antara dirinya dengan ES terkait US$2,5 juta, penyidik perlu memperdalam beberapa fakta terkait hal tersebut," ujarnya

Sementara itu, usai diperiksa KPK sebagai saksi Idrus berkelit soal adanya permintaan uang sebesar US$2,5 juta ke Johanes Kotjo. Idrus mengklaim tidak pernah melakukan permintaan uang tersebut.

"Mana, gak pernah saya bilang-bilang ke Kotjo. (Direkaman itu ada perbincangan itu) Ah mana, nanti dengan Ibu Eni saja," ujarnya.

Pemeriksaan terhadap Idrus Marham oleh penyidik KPK pada Selasa (6/11) sempat terhenti. Saat itu, Idrus yang diepriksa sebaga saksi atas tersangka Eni Saragih sempat diperiksa selama 2 jam mengeluh sakit saat dalam proses pemeriksaan.

Sebelumnya dalam dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (1/11/2018). Jaksa memutar rekaman percakapan antara Idrus dan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam persidangan tersebut Dalam percakapan tersebut, Eni dan Idrus membicarakan permintaan uang kepada Kotjo.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itua ialah Eni Maulani Saragih mantan anggota komisi VII DPR RI, Johanes Budisutrino Kotjo pemilik Blackgold Natural Resources Limited , dan Idrus Marham. Idrus diduga menerima hadiah atau janji bersama Eni senilai US$1,5 juta atau setara dengan Rp21,8 miliar dari Kotjo.

Dalam kasus ini, KPK juga telah memeriksa beberapa pihak yakni perusahaan dan anak perusahaan BUMN, perusahaan asing yang masih menjadi bagian atau mengetahui skema kerja sama PLTU Riau 1, Kepala Daerah, dan tenaga ahli.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Eni Saragih dan Idrus Marham disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, sebagai pihak yang diduga pemberi, Johanes Budisutrisno Kotjo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More