MACC Tanyai Najib Proyek Panel Surya

Penulis: (Thestar/Yan/I-1) Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 00:55 WIB Internasional
MACC Tanyai Najib Proyek Panel Surya

AFP PHOTO / Mohd RASFAN

MANTAN Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak tiba di markas Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) pukul 9.40 pagi waktu setempat, Kamis (8/11). Dia mendatangi kantor MACC karena dipanggil lagi untuk ditanyai.

Wakil rakyat dari Pekatan itu datang dengan mengendarai Proton Perdana berpelat nomor TN50. Mobil itu langsung masuk gedung lewat pintu belakang.

Sebuah sumber MACC mengatakan bahwa Najib diminta untuk datang pada Kamis untuk membantu penyelidikan terhadap beberapa kasus tertentu.

Salah satunya ialah pada proyek panel surya untuk sekolah-sekolah di perdesaan Sarawak. Proyek senilai RM1,25 miliar itu dikelola perusahaan yang berbasis di Bintulu.

Beberapa orang telah dipanggil untuk ditanyai tentang kasus ini, termasuk mantan Menteri Pendidikan Datuk Seri Mahdzir Khalid dan mantan perwira khusus Najib.

Mantan perwira khusus itu sempat ditahan selama enam hari sebagai bagian dari penyelidikan. Diduga mantan perwira itu telah meminta uang dari perusahaan yang mendapat kontrak.

Sebelum tampil di markas MACC, Najib hadir di Pengadilan Kuala Lumpur pada pagi harinya untuk menemani istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor, yang menghadiri sidang kasus pencucian uang.

Dia meninggalkan kompleks pengadilan pada pukul 09.15 dan langsung menuju markas MACC.

Di sisi lain, Bloomberg melaporkan mantan eksekutif Goldman Sachs Roger Ng dan keluarganya dilaporkan setuju untuk menyerahkan sekitar US$29 juta terkait dengan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) kepada pihak berwenang Singapura.

Ng yang ditangkap minggu lalu di Malaysia atas permintaan otoritas AS akan menyerahkan uang yang telah dibekukan di Singapura. "Dia mengajukan permohonan untuk meninjau kembali perintah penahanan dan ekstradisinya," kata sumber yang dekat dengan masalah itu.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More