KPI: Definisi Sempit Kampanye Suburkan Celah Berkampanye

Penulis: Antara Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 21:14 WIB Politik dan Hukum
KPI: Definisi Sempit Kampanye Suburkan Celah Berkampanye

DOK KPI

KOMISI Penyiaran Indonesia menyoroti definisi kampanye yang sangat sempit sehingga banyak kesempatan untuk melakukan politik iklan tanpa terkena aturan kampanye di lembaga penyiaran.

"Ini juga kegelisahan KPI, dengan definisi kampanye tersebut," kata Komisioner KPI Dewi Setyarini dalam diskusi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, dengan definisi kampanye yang memuat citra, berupa nama dan nomor urut yang harus ada bersamaan, maka terbuka bagi peserta pemilu untuk melakukan iklan politik di media penyiaran tidak pada waktunya.

Contohnya, dengan membuat iklan-iklan politik di lembaga penyiaran tanpa perlu mencantumkan salah satunya, menayangkan mars partai politik dan sebagainya.

KPI sendiri, menurut Dewi sejak 2017 telah menerbitkan surat edaran larangan iklan politik di lembaga penyiaran. Namun demikian, surat edaran KPI nomor 225/K/KPI/31.2/04/2017 tersebut digugat, dan kalah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

KPI telah melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN), dan kasusnya masih berlangsung.

Sementara itu, sesuai dengan UU No 7/2017 tentang Pemilu telah diatur terkait dengan kampanye di media massa. Dalam UU tersebut, kampanye di media massa dilakukan mulai 21 hari sebelum massa tenang, 24 Maret - 13 April 2019.

Dewi mengatakan, pihaknya dalam melakukan pengawasan kampanye di lembaga penyiaran tergabung dalam gugus tugas gabungan dengan KPU, Bawaslu dan Dewan Pers. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More