Gerindra: Uji Kelayakan untuk Ketahui Kemampuan Kandidat Wagub

Penulis: Antara Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 20:50 WIB Megapolitan
Gerindra: Uji Kelayakan untuk Ketahui Kemampuan Kandidat Wagub

MI/ADAM DWI

KETUA DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) adalah untuk mengetahui kemampuan calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Salahuddin Uno.

"Saya harus tahu siapa orang untuk jadi wagub, paling tidak mengerti tentang kejakartaan," kata Taufik di Jakarta Pusat, Kamis.

Tim yang melakukan uji kepatutan dan kelayakan dari dua partai yang berkoalisi pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Kemungkinan ada empat orang dari PKS yang akan mengikuti fit and proper test," kata Taufik.

Saat ini terkait kriteria untuk wagub untuk lolos uji kepatutan dan kelayakan belum ada. ?Menurut dia, hal tersebut akan segera disepakati oleh Gerindra dan PKS.

Sedangkan Taufik sendiri sudah ikhlas atau legowo kalau jabatan wagub diserahkan ke PKS, walaupun sebelumnya Gerindra hanya mengusulkan satu nama untuk jabatan wagub yakni Taufik sendiri.

DPP Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyerahkan keputusan pengganti Sandiaga kepada Taufik sesuai ketentuan yang dipegang partai tersebut, yakni urusan di daerah ditentukan oleh DPD atau DPC.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan posisi wakil gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga diusulkan oleh dua partai pengusung yakni Partai Gerindra dan PKS. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More