Menaker: Tingkat Pengangguran Terus Turun

Penulis: Antara Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 20:33 WIB Ekonomi
Menaker: Tingkat Pengangguran Terus Turun

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

MENTERI Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan tingkat pengangguran terbuka semakin turun dari tahun ke tahun.

"Bahkan pada 2018, tingkat pengangguran terendah selama masa reformasi," ujar Menteri Hanif dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini.

Jumlah pengangguran terbuka pada 2015 sebanyak 6,18 persen, kemudian 2016 sebesar 5,61 persen. Selanjutnya pada 2017, sebanyak 5,5 persen dan ada 2018 sebanyak 5,34 persen.

Begitu juga untuk pengangguran lulusan SMK, memang paling tinggi yakni 11,24 persen pada 2018. Namun dari tahun ke tahun, persentase itu mengalami penurunan.

"Lulusan SMK yang menganggur pada 2015 sebanyak 12,65 persen, dan pada 2018 turun menjadi 11,24 persen," tambah dia.

Menurut Menaker, penyebab banyaknya lulusan SMK yang menganggur disebabkan tidak semua SMK memiliki kualitas yang sama dan mampu menghasilkan lulusan kompetensi yang memadai dan keahlian lulusan SMK tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Sebanyak lima jenis lulusan SMK yang memiliki pengangguran tertinggi yakni teknik komputer dan informatika (24,53 persen), teknik otomatif (17,94 persen), teknik perminyakan (14,67 persen), tekknik elektronika (13,27 persen), dan teknik furnitur (12,88 persen).

Hanif mengatakan penurunan pengangguran harus dilakukan dari hulu ke hilir, yakni dari sisi pasokan harus dilaksanakan pelatihan keahlian, memperkuat mekanisme penempatan, pembinaan hubungan industrial dan pengawas ketenagakerjaan, dan penyederhanaan perizinan ketenagakerjaan.

"Upaya lainnya yang kami lakukan adalah memperkuat pendidikan vokasi. Jika dulu, yang bisa mengakses balai latihan kerja Indonesia (BLKI) hanya lulusan SMA sederajat, maka sekarang semua bisa mendapatkan pelatihan di BLKI," jelas dia lagi.

Selain itu, pihaknya berupaya meningkatkan jumlah tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja melalui program pemagangan.

"Pada tahun ini, kami melakukan pemagangan pada 144.000 orang. Tahun depan, kami targetkan bisa 400.000 orang," cetus Hanif. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More