Direktur Utama PT Bank Mandiri Syariah Toni Eko Boy Subari

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 19:51 WIB Ekonomi
Direktur Utama PT Bank Mandiri Syariah Toni Eko Boy Subari

ANTARA FOTO/Audy Alw

PT Bank Mandiri Syariah mengatakan pihaknya lebih konservatif dalam memberi pembiayaan. Dengan demikian, mereka tidak mengalami masalah likuiditas dan akan menjaga rasio pendanaan bank terhadap penyaluran kredit (LFR) di kisaran 80%.

Pihaknya juga berhasil menurunkan angka pembiayaan bermasalah atau nonperforming finance (NPF) per September 2018 ini. Berdasarkan laporan, NPF Gross Bank Mandiri Syariah per September 2018 menurun menjadi 3,65% dari 4,69% di periode sama tahun sebelumnya. Sementara untuk NPF Nett juga turun dari 3,12% menjadi 2,51%.

NPF ini dipengaruhi oleh kredit segmen menengah yang kerap bermasalah akibat perkembangan kondisi perekonomian makro. Akibatnya, nilai laba bersih yang didapatkan pun tak besar dan hal ini yang kerap terjadi hampir di semua perbankan syariah Indonesia.

Bank Mandiri Syariah menargetkan NPF Gross akhir tahun 2018 akan berada di bawah angka 3,5% dan NPF Nett di bawah 2,1%. Sementara untuk laba bersih, mereka memperkirakan akan masih tumbuh hingga mencapai Rp 550 miliar hingga akhir tahun.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Syariah Toni Eko Boy Subari mengatakan salah satu faktor penyebab turunnya NPF ini adalah pemilihan sektor pembiayaan yang lebih selektif.

"Kami tidak lagi memilih sektor yang terpengaruh dengan kurs atau harga minyak dan gas. Dalam setahun dua tahun terakhir, kami fokus di sektor lain, seperti sektor kesehatan dan pendidikan," kata Toni saat memaparkan hasil kinerja Bank Mandiri Syariah Triwulan III 2018 di Jakarta, Kamis (8/11).

Ada lima sektor pilihan yang menjadi fokus Bank Mandiri Syariah saat ini di antaranya adalah infrastruktur, agribisnis, kesehatan, pendidikan, dan pemasok dari keempat sektor tadi.

“Sektor pendidikan dan kesehatan misalnya, pembiayaan pembangunan universitas dan infrastruktur pendidikan serta pembiayaan pembangunan beberapa rumah sakit Islam. Sebab sektor ini yang akan terus tumbuh meski memang tidak pesat,” pungkasnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More