Penanganan Banjir dan Rob di Semarang Dipercepat

Penulis: Akhmad Safuan Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 15:50 WIB Nusantara
Penanganan Banjir dan Rob di Semarang Dipercepat

MI/Akhmad Safuan

PEMERINTAH Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) percepat penanganan ancaman bencana banjir yang menjadi langganan di daerahnya. Perbaikan drainase dan normalisasi beberapa sungai diharapkan menjadi solusi mengantisipasi banjir di musim hujan ini.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (8/11), menghadapi musim hujan normalisasi beberapa sungai dan perbaikan drainase di Kota Semarang terus dikebut. Pasalnya, karena hanya diguyur hujan dalam beberapa jam saja, beberapa wilayah sudah mulai tergenang. Seperti Jalan Raya Kaligawe, MT Haryono, perumahan dan perkampungan di Genuk, Telogosari hingga beberapa sekolah SD-SLTA juga terkena imbas kebanjiran.

Tidak hanya banjir musim hujan, ancaman banjir juga terjadi akibat air laut pasang (Rob) terutama di daerah utara hingga radius 5 kilometer dari bibir pantai. Hal ini mengundang perhatian berbagai pihak apalagi hingga mengganggu akses jalur utama Semarang-Demak. 

"Kalau hujan sedikit saja sekolahan dan jalan di sini langsung tergenang banjir," kata Ali Walidi, guru SMP Negeri 20 Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan telah memerintahkan percepatan perbaikan drainase dan normslisasi beberapa sungai sebelum musim hujan tiba. Sesuai kontrak kerja semua sudah dapat terselesaikan pada Desember mendatang.

Beberapa drainase di daerah rawan banjir, lanjut Hendrar Prihadi, seperti Telogosari, Jalan Supriadi, Seputar Simpang Lima, Genuk, Telogosari sudah mendekati penyelesaian. Namun beberapa saluran sekunder seperti sepanjang ruas Jalan Kaligawe Raya dan Jalan Baru juga madih harus dilakukan normalisasi. 

"Bertahap akan terus kita perbaiki agar tahun 2020 Semarang bebas banjir," tambahnya.

Demikian juga dengan beberapa sungai, ujar Hendrar Prihadi, saat ini sedang berlangsung normalisasi secara menyeluruh. Setelah normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) selesai, sungai lain yakni Kali Tenggang, Sringin dan Sungai Babon juga dalam waktu bersamaan akan terselesaikan.

 

Baca juga: Pemkot Palembang Fokus Entaskan Masalah Banjir

 

Pada Kali Tenggang, Sringin, Babon, demikian Hendrar Prihadu, bagian muara sudah ditutup agar saat air laut pasang tidak menimbulksn rob, sedangkan air dari daratan dibuang denfan menggunakan sistem pompa.

"Kami saat ini fokus penanganan banjir karena hujan, namun hal ini menunggu penyelesaian perbaikan drainase dan normalisasi sungai, sehingga diminta kontraktor segera dapat menyelesaikan," kata Hendrar.

Secara terpisah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan banjir dan rob yang terjadi di daerah pantura menjadi perhatian serius. Saat ini sedang dilakukan proses penanganan baik dengan cara normalisasi sungai maupun pembangunan tanggul raksasa yang khusus pada daerah Semarang-Demak sekaligus untuk tol.

"Kita sangat perhatikan kondisi banjir dan rob ini, maka normalisasi sungai dan pembangunan tanggul serta folder menjadi alternatif yang sedang digarap," kata Ganjar Pranowo kepada Media Indobesia di Srmarang. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More