Pemkot Palembang Fokus Entaskan Masalah Banjir

Penulis: Dwi Apriyani Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 14:35 WIB Nusantara
Pemkot Palembang Fokus Entaskan Masalah Banjir

MI/Dwi Apriani

BANJIR di musim penghujan seakan menjadi rutinitas yang ditemui di Kota Palembang. Hal itu disebabkan rendahnya daya serap dan tempat penampungan air, hingga tersumbatnya sejumlah saluran air karena adanya pembangunan sejumlah proyek yang mengenai selokan.

Mengatasi masalah ini, pemerintah kota (pemkot) Palembang mengklaim sudah melakukan sejumlah upaya baik melalui sejumlah proyek untuk mengurangi banjir dengan sistem pompanisasi ataupun pembangunan kolam retensi hingga mengoordinasikan sejumlah titik saluran yang tersumbat.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Palembang, Safrian mengatakan, terkait masalah ini pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah. 

"Ada beberapa saluran air yang tersumbat, terutama adanya pembangunan LRT kami sudah lakukan koordinasi dan menyurati dengan pihak terkait, agar bagaimana caranya itu saluran bisa kembali berfungsi. Terkait masalah ini beberapa titik memang terimbas, seperti di Jl. Demang Lebar Daun, dan beberapa titik lainnya," terangnya, Kamis (8/11).

 

Baca juga: Pemerintah AS Janjikan Bawa Investor ke Palembang

 

Sementara untuk proyek yang secara serius dikerjakan untuk mengurangi banjir, yaitu dengan pembangunan pompanisasi. 

"Ini sudah ada dibangun di beberapa kawasan, di antaranya pompanisasi sungai bendung. Itu kalau sudah berfungsi maka akan dapat mengurangi banjir untuk dikawasan tersebut hingga berpuluh hektare cakupannya, selain juga membuat genangan akan lebih cepat surut," jelasnya.

Selain itu, peningkatan jumlah kolam retensi juga terus ditingkatkan sebagai tempat penampungan air. 

"Dari hasil kajian DED palembang memang semestinya memiliki setidaknya 77 kolam retensi, yang pembangunannya sendiri kita terus tingkatkan, dari kebutuhan kita sekarang sudah memiliki kurang lebih 26 kolam yang berada di setiap kecamatan," jelasnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Bastari Yusak, saat ini ada 64 titik genangan air. Untuk mengurangi titik, pihaknya mulai bekerja membuat manhole bersama dengan PT Waskita Karya.

"Rencananya setiap 5 meter akan diberi manhole, agar daya serap air bisa lancar dan tidak mengenangi trotoar. Untuk pengerjaan akan dimulai November ini untuk mengatasi titik genangan yang ada di perkotaan," ujarnya.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo, menyatakan penyelesaian masalah genangan air di jalur LRT harus melibatkan semua pihak. 

"Maka itu kita lakukan rapat koordinasi dengan semua pihak, baik itu BBWS, BBJN, dan Waskita serta pihak provinsi dan lainnya," ungkap dia.

Kepala Koordinator Lapangan PT Waskita Karya untuk LRT Sumsel, Bambang Priambodo berjanji akan ikut serta mengatasi masalah ini. Salah satu upayannya, yaitu menambah manhole untuk mengatasi genangan air di kota Palembang, khususnya yang berada di Jalur LRT.

"Manhole ini agar air yang tergenang mudah meresap, sehingga tidak menggenangi trotoar. Adanya ini juga dapat maintenance dalam pengambilan sampah ketika ada penumpukan, sehinga tidak menghambat aliran air," terangnya.

Mengenai penambahan manhole rencananya dilokasi trotoar jl Arivai dan dua manhole di sekitaran stasiun ampera. Sementara manhole yang sudah ada di lokasi Jl Kol H Burlian di sekitaran Damri, Darma Agung, Punti Kayu dan di Jl Sudirman.

"Beberapa titik lokasi ini merupakan genangan air yang terjadi di jalan protokol yang dilalui jalur LRT," ujarnya.

Bukan hanya penambahan manhole, tapi juga penyediaan box culvert ada di 35 titik, namun belum bisa menampung genangan air. 

"Ini karena palembang merupakan daerah rendah yang didominasi oleh rawa," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More