Terpetakan, Kawasan Rawan Banjir di Kabupaten Kulonprogo

Penulis: Agus Utantoro Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 10:35 WIB Nusantara
Terpetakan, Kawasan Rawan Banjir di Kabupaten Kulonprogo

Ist -- MI/RAMDANI
Keindahan Perkebunan Jalan Daendels di Kabupaten Kulonprogo, Jawa Tengah, Minggu (3/5).

WILAYAH Kabupaten Kulonprogo terpetakan 22 desa yang akan menghadapi banjir saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada musim hujan mendatang.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan  BPBD Kabupaten Kulonprogo, Hepy Eko Nugroho, Kamis (8/11) mengatakan, desa-desa yang rawan terkena banjir itu tersebar di wllayah Kecamatan Temon, Kecamatan Wates, Kecamatan Galur dan Kecamatan Lendah. 

"Keseluruhannya ada 22 desa yang ada di kencamatan-kecamatan yang rawan bencana banjir tersebut," kata Eko.

Menurut dia, di Kecamatan Temon, desa-desa yang rawan banjir adalah Desa Plumbon, Desa Kalidengen, Desa Palihan, Desa Kaligintung, Desa Temon Wetan dan Desa Temon Kulon. Di Kecamatan Wates, Desa Karangwuni, Sogan, Kulwaru, Ngestiharjo dan Triharjo.

Selanjutnya, Kecamatan Panjatan, Desa Gotakan, Panjatan, Cerme, Kanoman, Krembangan dan Tayuban. 

"Di Kecamatan Galur desa-desa yang rawan banjir adalah Desa Brosot, Tirtorahayu, Kranggan dan Pandowan serta Desa Wahyuharjo di Kecamatan Lendah," katanya.

Baca juga: Material Longsoran Timbun Jalan Agam-Bukittinggi

Menurut dia, desa-desa tersebut menjadi langganan banjir setiap terjadi hujan deras dengan durasi dan intensitas tinggi. 

"Hal ini karena (desa-desa tersebut) berada dataran rendah dan banyak sungai besar yang berpotensi meluap karena terjadi pendangkalan," katanya.

Dia mengatakan pada 2018 ini, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada di lima kecamatan langganan banjir. Normalisasi meliputi Sungai Heizero dan Sungai Sen mulai Simpang Empat Nagung, Kecamata Wates hingga Jembatan Ngremang, Desa Bugel Kecamatan Panjatan.

Selain rawan banjir, lanjut Hepy, juga menyebutkan di Kulonprogo tercatat 21 desa rawan bencana tanah longsor yang tersebar di kawasan Bukit Menoreh yakni Kokap, Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo dan Pengasih. 

"Hampir setiap musim penghujan, desa tersebut pasti terjadi bencana tanah longsor dengan titik-titik yang berbeda," imbuhnya.

Menghadapi hal itu, BPBD Kulonprogo telah mempersiapkan logistik dan peralatan, untuk antisipasi apabila bencana timbul saat musim hujan.

Masyarakat diimbau ikut mengantisipasi potensi bencana dengan cara, mengecek drainase, agar tidak tersumbat dan berakibat pada banjir, serta memangkas pohon yang besar yang berpotensi tumbang saat terjadi angin kencang.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, meminta warga untuk mempersiapkan diri menghadapi musim penghujan yang diprakirakan akan mulai turun pada minggu keempat November ini. Kepada Media Indonesia, Sri Purnomo menjelaskan, awal musim penghujan biasanya terjadi hujan yang disertai angin kencang.

"Apa yang harus dilakukan? Ya setidaknya memeriksa cabang atau ranting pohon yang ada di sekitar rumah. Kalau terlalu tinggi, terlalu rimbun atau ada cabang atau dahan yang lapuk, segera saja dipotong," katanya.

Hal semacam itu katanya, juga harus dilakukan oleh jajaran Pemkab Sleman yang memang memiliki tugas memotong bagian-bagian pohon.

Dikatakan, pemotongan tersebut dimaksudkan agar ketika terjadi angin kencang, batang atau dahan atau ranting pohon tidak tumbang atau tidak patah yang dapat membahayakan warga atau setidaknya akan merugikan warga. 

"Jangan sampai ada yang tertimpa, baik itu rumah atau orang," katanya.

Menghadapi musim penghunan pula, Bupati Sleman meminta warga untuk membersihkan saluran air yang ada di sekitar rumah, agar saat terjadi limpahan air hujan, aliran menjadi lancar dan tidak menimbulkan banjir atau genangan.

"Saya juga sudah memerintahkan jajaran untuk menyelesaikan pembersihan saluran air hujan," katanya.

Bupati menambahkan, langkah-langkah semacam ini sangat perlu agar tidak terjadi bencana. 

"Memang perlu diingatkan," ujarnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More