Mourinho Tegaskan Selebrasinya bukan Hinaan

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Kamis, 08 Nov 2018, 07:24 WIB Sepak Bola
Mourinho Tegaskan Selebrasinya bukan Hinaan

AFP

JOSE Mourinho menegaskan bahwa selerbasi provokatifnya saat Manchester United secara dramatis menang 2-1 atas Juventus di laga Liga Champions, Kamis (8/11) dini hari WIB, tidak dimaksudkan untuk menghina klub Serie A itu.

Setan Merah meraih kemenangan vital di Turin berkat dua gol di empat menit terakhir laga.

Tertinggal dari gol mantan pemain mereka, Cristiano Ronaldo, Manchester United bangkit lewat gol tendangan bebas Juan Mata dan gol bunuh diri Leonardo Bonucci.

Mourinho merayakan kemenangan itu dengan cara kontroversial. Pelatih asal Portugal itu masuk ke dalam lapangan saat wasit meniup peluit panjang sembari meletakkan tangannya di telinga.

Baca juga: Dua Gol Telat Antar Setan Merah Tikam Si Nyonya Tua

"Di kita Italia yang indah ini, mereka mengejek saya selama 90 menit. Saya tidak mengejek mereka. Saya hanya melakukan hal kecil," ungkap Mourinho.

"Saya tahu jutaan pendukung Inter Milan senang dengan aksi saya. Namun, saya sangat menghormati Juventus, pemain mereka, manajer, serta kualitas yang mereka punya," imbuh pelatih yang menyebut diri the Special One itu.

Gestur itu bertujuan menanyakan para pendukung Juventus mengapa mereka tidak bersuara lagi. Hal itu karena sepanjang pertandingan, para pendukung La Vecchia Signora mengejek Mourinho karena dia pernah melatih Inter Milan.

Mourinho juga mengejek pendukung Juventus di laga di Old Trafford. Kala itu, dua mengangkat tiga jari ke arah pendukung tim tamu, mengacu pada treble yang dia menangkan bersama Inter Milan pada 2010. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More