Keponakan Prabowo Tawarkan Kerja Sama Tangani Kasus Perdagangan Orang

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Rabu, 07 Nov 2018, 20:45 WIB Megapolitan
Keponakan Prabowo Tawarkan Kerja Sama Tangani Kasus Perdagangan Orang

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

KEPONAKAN Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyambangi Balai Kota Jakarta pada Rabu (7/11). Perempuan yang akrab disapa Sara ini mengaku kedatangannya bukan soal politik, melainkan kerja sama antara yayasannya, Parinama Astha dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kita (Parinama Astha) memang fokus pada human trafficking, perdagangan orang. Jadi kita ke sini membahas untuk mendukung upaya Pemprov untuk melawan perdagangan orang di Jakarta," kata Sara di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/11)

Baca juga: Pesan Nyata Melawan Perdagangan Orang

Menurut Sara, kegiatan melawan isu perdagangan orang sejalan dengan visi dan misi Anies-Sandi membuka rumah aman di tiap kecamatan. Ia menawarkan yayasannya sebagai operator yang menjalankan rumah aman tersebut. "Kita mau offer menjadi operator, untuk providing pemulihan untuk korban perdagangan orang," tambahnya.

Sara menyebut Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta sudah menangani 90 kasus dari anggaran yang hanya untuk 25 kasus. Ia berharap yayasannya bisa bergabung untuk meningkatkan pendampingan korban perdagangan orang. Kerja sama ini diharapkan bisa dimulai pada tahun depan. "Saya rasa kita terus bisa meningkatkan itu untuk memastikan bahwa semua korban bisa dilayani," ujar Sara.

Apalagi belakangan ada beberapa kasus perdagangan orang yang terekspos di Jakarta. Misalnya ketika ada penutupan tempat hiburan malam karena adanya eksploitasi perempuan.

"Kan salah satunya kenapa waktu itu ada tempat-tempat (hiburan) yang ditutup, apalagi sampai sekarang masih sering diangkat hotel atau apartemen yang dijadikan tempat untuk pelacuran. Itu kan sebenarnya bagian dari perdagangan orang apalagi kalau korbannnya itu melakukan karena kerentanan ekonomi," tutur Sara. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More