79 Siswa Korban Penculikan di Kamerun Berhasil Dibebaskan

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Rabu, 07 Nov 2018, 20:29 WIB Internasional
79 Siswa Korban Penculikan di Kamerun Berhasil Dibebaskan

AFP

PEKAN ini, sekelompok bersenjata menculik 79 siswa asrama di wilayah barat Kamerun. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi menyatakan puluhan siswa berhasil dibebaskan di kawasan berbahasa Inggris yang rawan konflik, pada Rabu (7/11) waktu setempat.

"Seluruh siswa berjumlah 79 orang telah dibebaskan," ujar Menteri Komunikasi Kamerun Issa Bakary Tchiroma.

Baca juga: Kelompok Bersenjata Culik 79 Siswa Asrama

Kendati demikian, Issa tidak merinci kondisi sejumlah siswa setelah dibebaskan. Aksi penculikan yang menegangkan itu terjadi Senin (5/11) lalu. Kasus ini menjadi kasus penculikan massal pertama di Kamerun. Peristiwanya bertepatan dengan meningkatnya ketegangan politik di negara yang mayoritas berbahasa Perancis.

Puluhan siswa yang diculik berasal dari Sekolah Menengah Presbiterian di Bamenda, wilayah barat Kamerun. Kawasan tersebut salah satu dari wilayah yang disasar gelombang separatis dari Anglophone. Sebelumnya, otoritas keamanan sempat melancarkan serangan terhadap kelompok separatis yang dianggap mengancam.

Tindak kekerasan kerap terjadi di wilayah Anglophone, Kamerun, yang penduduknya mencapai 20% dari total populasi. Penduduk di provinsi tersebut mengeluhkan sikap pemerintah yang cenderung memarginalkan mereka. Aksi protes perlahan berubah menjadi anarkis, menyusul sikap kelompok separatis bersenjata yang menyerukan kemerdekaan. Meluasnya gerakan separatis, berdampak buruk terhadap situasi keamanan di negara Afrika bagian barat sepanjang tahun ini.

Pembebasan 79 siswa berlangsung sehari setelah Presiden Kamerun, Paul Biya, kembali disumpah untuk masa jabatan ketujuh, di usianya yang menginjak 85 tahun. Biya berjanji untuk melanjutkan kebijakan desentralisasi, sebagai upaya mengatasi frutastas dan menampung aspirasi penduduk di wilayah berbahasa Inggris.

Dalam sebuah video berdusari enam menit yang dilihat langsung oleh AFP pada Senin lalu, terlihat 11 orang anak laki-laki berusia sekitar 15 tahun, menunjukkan identitas dan nama sekolah dalam bahasa Inggris. Meski video tersebut belum dapat dikonfirmasi, namun sejumlah anak mengaku diculik oleh "Amba Boys", julukan kelompok separatis Anglophone.(AFP/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More