Mahfud MD Sebut Ucapan 'Tampang Boyolali' sebagai Ejekan

Penulis: Siti Yona Hukmana Pada: Selasa, 06 Nov 2018, 11:17 WIB Politik dan Hukum
Mahfud MD Sebut Ucapan

ANTARA

MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengejek warga Boyolali. Seorang pemimpin tidak pantas melontarkan pernyataan menyudutkan.

"Saya baca agak mengagetkan. Tampang Boyolali, pembicaraan itu kalau di masyarakat umum "tampangnya kok seperti itu" rasanya diartikan sebagai ejekan," kata Mahfud di Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (6/11).

Mahfud memandang tindakan Prabowo keliru. Prabowo sempat menyebut warga kemungkinan besar diusir ketika memasuki hotel mewah. Mereka bakal diusir karena bertampang Boyolali.

"Karena, apa alasannya sih? Lalu tampang Boyolali kenapa?" ujar dia.

Baca juga: Timses Prabowo-Sandi: Pernyataan Bupati Boyolali Wajar Sebagai Kader PDIP

Mahfud berharap Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta maaf kepada masyarakat Boyolali. Apalagi, permintaan maaf bukan hal buruk.

"Kalau itu dianggap senagai penghinaan dan Pak Prabowo merasa itu kekeliruan, ya minta maaf, kan bagus juga," ujar Mahfud.

Pernyataan Prabowo yang dianggap menghina itu dilontarkan pada Selasa (30/1). Prabowo saat itu menyebut sederet nama hotel mewah.

Ia mengatakan warga Boyolali kemungkinan tidak bisa menyebut nama-nama hotel mewah tersebut.  Warga bahkan bisa diusir ketika memasuki hotel-hotel tersebut.

"Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul? Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali," ucap Prabowo saat mengunjungi Boyolali, Selasa (30/10). (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More