Gerindra Serahkan Kursi Wagub DKI Untuk PKS

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Senin, 05 Nov 2018, 18:06 WIB Megapolitan
Gerindra Serahkan Kursi Wagub DKI Untuk PKS

Ist

KURSI Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno akan diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal ini diputuskan dalam rapat antara pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta.

"Tadi sudah disepakati bahwa kursi (wagub) itu diamanatkan, dimandatkan kepada PKS. Mudah-mudahan pada waktu berikutnya akan segera disampaikan kepada publik tentang dua nama kader PKS yang akan disampaikan ke pimpinan DPRD DKI Jakarta," kata ujar Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo di di Kantor DPD Gerindra DKI, Jakarta Pusat, Senin (5/11).

Baca juga:

3 Bulan Tanpa Wagub, Kemendagri Tegur Gubernur dan Ketua DPRD DKI

PKS Ingatkan Janji Gerindra Soal Wagub DKI

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan pihaknya mengikuti kebijakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sejak awal menyerahkan kursi wagub itu untuk PKS. Menurut Taufik, hal ini sejalan dengan kebijakan dari Prabowo yang pernah menjanjikan kursi Wagub DKI untuk PKS.

"Gerindra DKI Jakarta akan mengamankan kebijakan ketua umum, Pak Prabowo, berkaitan dengan pemilihan pengisian jabatan wakil gubernur DKI Jakarta," ujar Taufik.

Meskipun kursi wagub telah diserahkan kepada PKS, DPD Gerindra DKI dan DPW PKS DKI akan membentuk badan untuk melakukan fit and proper test kepada para calon kandidat wagub DKI. Badan itu nantinya akan memutuskan dua kader PKS yang dicalonkan sebagai kandidat wagub untuk dipilih melalui mekanisme pemungutan suara di DPRD DKI Jakarta.

"(Calon yang mengikuti fit and proper test dari) PKS, PKS-lah, misalnya bisa lebih dari 2, ada 4, kan nanti tergantung badan itu (yang memilih 2 kandidat)," ucap Taufik.

Sebelumnya, PKS sempat mengumumkan dua nama bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari kader mereka, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun ada kemungkinan nama calon lain bisa masuk untuk melalui fit and proper test.

"DPP PKS sudah menetapkan ada dua nama, yaitu Agung Yulianto dan Akhmad Syaikhu. Tapi apakah kemudian akan ditambah lagi, misal dimasukkan dalam fit and proper test itu kemungkinan tetap ada. Kita buka peluang itu," kata Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo.

Adapun kursi wakil gubernur DKI Jakarta masih kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang mengundurkan diri untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

Partai pengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Gerindra dan PKS, harus mengusulkan dua nama kandidat wagub baru untuk dipilih melalui DPRD DKI Jakarta. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More