Warga Boyolali Minta Prabowo Ditangkap dan Diadili

Penulis: Ferdinand Pada: Minggu, 04 Nov 2018, 11:09 WIB Politik dan Hukum
Warga Boyolali Minta Prabowo Ditangkap dan Diadili

MI/Ferdinand

RIBUAN warga Boyolali, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa meminta Prabowo Subianto segera ditangkap dan diadili karena pernyataannya dianggap sangat menghina, Minggu (4/11).

Pernyataan yang dianggap menyinggung perasaan dan menghina warga Boyolali itu dilontarkan Prabowo saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10).

Dalam pidatonya, calon presiden nomor urut 2 itu awalnya berbicara soal masyarakat yang dinilai belum sejahtera. Ia kemudian memberi perumpamaan wajah Boyolali yang belum pernah masuk hotel-hotel mahal.

"Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul?," kata Prabowo kepada para pendukungnya.

Baca Juga:

#SaveMukaBoyolali Jadi Trending, Ini Tokoh-tokoh Kelahiran Boyolali

 

Pengunjuk rasa menilai pernyataan tersebut sangat merendahkan mereka sebagai warga Boyolali, karena sama saja menganggap mereka tidak punya kemampuan apapun. Terlebih pernyataan itu keluar dari mulut seorang calon presiden.

 

"Tampang kami memang petani, tapi kami pantang dihina. Kami tidak gila hormat, kami bermartabat. Kami minta polisi segera menangkap Prabowo Subianto untuk diadili," kata pengunjuk rasa dari atas mobil bak terbuka yang dijadikan panggung aksi.

Unjuk rasa dimulai dari depan kompleks Pemerintah Kabupaten Boyolali. Massa lalu melakukan konvoi kendaraan menuju kawasan simpang lima. Di sepanjang perjalanan semakin banyak warga yang ikut bergabung.

Selain itu, ada juga kelompok massa yang datang dari arah lain. Dari pengamatan, tidak kurang lima gelombang massa bergabung dalam unjuk rasa pagi itu.

Mereka membentangkan spanduk dan poster, salah satunya bertuliskan kalimat menolak Prabowo serta poster dengan tagar 2019 tetap tampang Boyolali.

Salah satu perwakilan pengunjuk rasa, Sumardi, mengatakan pihaknya juga akan melaporkan Prabowo Subianti ke polisi. Ia ingin persoalan segera dituntaskan agar tidak sampai menimbulkan gejolak yang lebih besar di masyarakat.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More