Hina 'Tampang' Boyolali, Prabowo Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Penulis: RO Pada: Jumat, 02 Nov 2018, 17:11 WIB Politik dan Hukum
Hina

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

CALON Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya akibat ucapannya yang menyebut orang Boyolali tidak pernah masuk ke Hotel. Laporan itu akan dilayangkan oleh Mas Dakun dari Teras Boyolali.

Pelaporan tersebut didampingi oleh Cyber Indonesia. Mas Dakun melaporkan Prabowo Subianto gara-gara pidatonya yang diduga menghina orang Boyolali.

"Melalui video di akun YouTube TAUFIK IRVANI yang diunggah pada Kamis (1/11/2018), Prabowo Subianto berpidato di depan masyarakat Boyolali dan menyebut tampang Boyolali diusir dari hotel mewah," ujar Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid, hari ini.

Baca juga: Prabowo Marahi Emak-Emak Saat Pidato di Ponorogo

Prabowo Subianto dilaporkan dengan Pasal 4 junto Pasal 16 UU No 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)

Sebelumnya, dalam pidatonya tersebut Prabowo menyebut tampang warga Boyolali bukan tampang orang kaya dan akan diusir jika masuk hotel di Jakarta.

"Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini," kata Prabowo saat memberikan orasi politik di hadapan ratusan pendukungnya, di Posko Koalisi 'Adil-Makmur," Boyolali, Selasa (30/10). (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More