Pembunuhan Khashoggi Terencana

Penulis: Atalya Puspa Pada: Rabu, 24 Okt 2018, 07:45 WIB Internasional
Pembunuhan Khashoggi Terencana

AFP/OZAN KOSE
UNGKAP KEMATIAN KHASHOGGI: Pengunjung kafe menonton televisi yang menyiarkan langsung pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenai pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, kemarin. Erdogan mengungkapkan sejumlah kejang

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kematian kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, merupakan pembunuhan yang disengaja. Erdogan menegaskan Turki memiliki bukti kuat mengenai pembunuhan sadis Khashoggi di Gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018.

Seperti dilansir Euronews, Erdogan menangkap sejumlah kejanggalan yang membuatnya yakin bahwa jurnalis asal Arab Saudi itu tewas dibunuh. Di hadapan jajaran Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), kemarin, Erdogan mengungkapkan sejumlah kejanggalan di dalam gedung konsulat, tempat Khashoggi terakhir ditemukan.

Menurut Erdogan, pembunuhan Khashoggi merupakan pembunuhan yang telah direncanakan beberapa hari sebelumnya. Terdapat tiga tim yang terdiri atas 15 warga Saudi yang tiba di Istanbul secara terpisah sebelum pembunuhan Khashoggi.

Erdogan menambahkan, Konsulat Saudi di Istanbul seakan mengulur waktu para penyidik untuk melakukan pemeriksaan di dalam gedung.

Para pembunuh selanjutnya melakukan misi pengawasan dengan mencabut kamera yang terpasang di gedung konsulat. "Mereka (para tersangka pembunuhan) menyingkirkan hard disk dari sistem kamera," tegas Erdogan.

Erdogan berkeras untuk melakukan segala cara demi mengungkap kasus pembunuhan kejam yang mengundang perhatian internasional itu. Ia juga mendesak pengadilan kasus pembunuh-an itu dilakukan di Turki.

Khashoggi diduga tewas terbunuh di dalam Gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul saat tengah mengurus dokumen perceraiannya agar bisa menikahi tunangannya, Hatice Cengiz, perempuan berkewarganegaraan Turki. Hingga kemarin, jasad Khashoggi belum ditemukan.

Setelah lebih dari dua pekan nyaris hening, Sabtu (20/10), Arab Saudi mengakui Khashoggi terbunuh dalam pertengkaran di kantor konsulat. Namun, Presiden AS Donald Trump kepada wartawan di Gedung Putih menyatakan tidak puas.

Menkeu AS Steven Mnuchin, kemarin, dilaporkan melakukan pertemuan tertutup dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) di Riyadh. Di sisi lain, Direktur CIA Gina Haspel menuju Turki untuk agenda perjalanan yang tidak diumumkan. Penasihat Gedung Putih yang juga menantu Trump, Jared Kushner, mengatakan pihaknya mendesak MBS transparan karena dunia sedang mengawasi dia.

Belasungkawa

Pada bagian lain, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, kemarin, menyampaikan posisi Indonesia atas kasus terbunuhnya wartawan Washington Post Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Ankara, Turki. Secara tegas, Retno dua kali mendesak agar penyelidikan dilakukan transparan dan saksama.

Menlu Retno pun menyatakan RI ikut prihatin dan berbelasungkawa atas meninggalnya Khashoggi. "Indonesia sangat prihatin atas apa yang menimpa Jamal Khashoggi. Indonesia menyampaikan dukacita yang dalam kepada keluarga Jamal Khashoggi."

Pemerintah Arab Saudi menjanjikan penyelidikan penuh dan menyeluruh atas kasus Khashoggi. "Raja (Salman bin Abdulaziz al-Saud) dan Pangeran (MBS) telah menyatakan komitmen bahwa penyelidikan akan dilakukan dan diselesaikan sampai kebenaran terungkap," kata Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir di Jakarta, kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Al-Jubeir seusai pertemuan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Arab Saudi dengan Menlu RI Retno Marsudi di Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta. (Yan/Ant/AFP/*/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More