Jembatan Terpanjang di Dunia Diresmikan

Penulis: Atalya Puspa atalya@mediaindonesia.com Pada: Rabu, 24 Okt 2018, 08:30 WIB Internasional
Jembatan Terpanjang di Dunia Diresmikan

ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo

Presiden Tiongkok Xi Jinping, kemarin, meresmikan jembatan terpanjang di dunia yang menghubungkan Hong Kong, Makau, dan Tiongkok.

Xi mengatakan, acara peresmian jembatan dihadiri pemimpin Hong Kong dan Makau, tepat di terminal pelabuhan baru di bagian selatan Zhuhai. "Dengan ini, saya resmikan pembukaan jembatan Hong Kong-Zuhai-Makau," ujar Xi diiringi dengan kemeriahan kembang api di layar monitor di belakangnya.

Xi langsung meninggalkan panggung setelah meresmikan pengope-rasian jembatan itu. Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mengucapkan terima kasih kepada Xi karena telah menghadiri acara peresmian.

Sebagai informasi, jembatan berliku sepanjang 55 km itu meng-hubungkan Pulau Lantau Hong Kong, Zuhai, dan Makau, melewati Sungai Delta Mutiara. Ini merupakan program infrastruktur kedua yang diluncurkan Tiongkok belakangan ini setelah sebelumnya meresmikan jalur kereta api cepat.

Menurut pihak otoritas, pembukaan jalur tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah Beijing untuk memajukan kegiatan ekonomi di wilayah mereka. Namun, bagi masyarakat yang kontra terhadap pembuatan jembatan itu menilai, jembatan bernilai miliaran dolar tersebut merupakan salah satu cara untuk mengintegrasikan Hong Kong dan Tiongkok di tengah kebebasan yang semakin terkikis.

Sebaliknya, pihak yang pro dengan hadirnya jembatan itu berargumen, jembatan tersebut benar-benar mengagumkan. Mereka berpendapat, dengan adanya jembatan itu akan dapat memajukan sektor bisnis dan bisa menghemat waktu tempuh perjalanan.

Menurut rencana, jembatan megah itu akan dibuka untuk umum pada hari ini. pemerintah Tiongkok mulai membangun jembatan tersebut pada 2009 dan sempat ditunda karena kendala biaya, terbentur kasus korupsi, dan kasus kematian pekerja di lapangan.

Tanpa acara

Sementara itu, dalam menyambut peresmian jembatan terpanjang di dunia itu, Hong Kong tidak menggelar acara khusus. Sebaliknya, pihak kepolisian justru dikerahkan untuk mengawasi area di sekitar jembatan untuk mengamankan warga dan wartawan yang mengunjungi jembatan tersebut.

Otoritas Tiongkok mengatur, bagi warga Hong Kong yang mengendarai mobil, baru boleh melewati jembatan itu jika mereka sudah memenuhi persyaratan tertentu. Salah satunya ialah sudah berkontribusi menyumbang kepada Tiongkok.

Meski begitu, warga Hong Kong juga bisa melewati jembatan tersebut dengan menumpang bus dan alat transportasi umum lainnya. Aturan tersebut sontak menimbulkan sejumlah komentar miring di dunia maya.

"Pembangunan jembatan ini tentunya menghabiskan banyak uang dari pajak Hong Kong. Tapi, pada akhirnya tidak bisa dinikmati kita semua," demikian salah satu komentar warganet.

Di lain hal, warga Zhuhai bersikap sebaliknya, yakni menyambut baik kehadiran jembatan megah tersebut. "Saya rasa, jembatan ini akan membawa pengaruh baik untuk wilayah Zhuhai, Hong Kong, dan Makau. Memberi dampak positif untuk memajukan sektor ekonomi di wilayah Sungai Delta Mutiara," kata seorang warga Zheiliang kepada AFP.

Warga Can Binghua juga mendukung kehadiran jembatan itu dan mereka sengaja mengambil cuti untuk berkunjung. "Hari ini saya sengaja mengambil cuti. Saya membawa anak untuk melihat secara langsung jembatan yang menghubungkan Hong Kong-Zhuhai-Makau. Sangat mengesankan, karena sedikit lagi dibuka untuk umum," katanya.

Menurut sejumlah media Hong Kong, saat melintas di jembatan, kondisi para pengemudi bus akan dimonitor lewat kamera, termasuk peringatan kepada pengemudi jika menguap lebih dari tiga kali dalam 20 detik. (I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More