Investor Ritel di Pasar Modal Capai Angka 800 Ribu Lebih

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Selasa, 23 Okt 2018, 19:45 WIB Ekonomi
Investor Ritel di Pasar Modal Capai Angka 800 Ribu Lebih

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

JUMLAH investor ritel di pasar modal Indonesia kian meningkat. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyebut saat ini jumlah investor ritel mencapai 800 ribu lebih dari total pemilik single investor identification (SID) 1,5 juta investor. Padahal, di bulan-bulan sebelumnya jumlah investor ritel masih sebanyak 780 ribu orang.

"Sekarang saja sudah 1,5 juta (investor) secara total. Padahal tidak lama yang lalu masih 1,4 juta. Cepat sekali naiknya. Investor ritel sebelumnya 780 ribu sekarang sudah 800 ribu," ungkap Inarno di Gedung BEI, Selasa (23/10).

Guna menambah jumlah investor di tahun-tahun berikutnya, Inarno mengatakan perusahaan sekuritas perlu melakukan inovasi teknologi. Misalnya, melakukan digitalisasi pembukaan rekening efek seperti yang dilakukan PT Indo Premier Sekuritas dan Bank Permata.

Baca juga: Kurang Dari Satu Jam Sudah Bisa Jadi Investor

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Frederica Widyasari Dewi menyebut, melakukan inovasi memang bukan perkara mudah. Tidak semua bank yang bertugas sebagai rekening dana nasabah (RDN) bersedia melakukan eksperimen.

"Ke depannya yang menang itu mereka yang berinovasi. Membuka diri untuk inovasi. Tapi memang tidak semua bank mau berinovasi karena tidak ada waktu atau tidak lihat itu sebaga kebutuhan," ujarnya.

Deputi Direktur Pengembangan TLE dan Manajemen Krisis Pasar Modal OJK Arif Safarudin menyebut, sekitar enam tahun lalu jumlah investor masih sebesar 300-400 ribu. Perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai kapitalisasi perusahaan pengelola reksadana cukup meningkat.

Namun, jumlah 1,5 juta investor itu masih sama dengan 1% dari total jumlah penduduk Indonesia. Gejolak pun masih kerap menghantap Indonesia, bukan hanya regional tapi juga dari sisi global akibat tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kenaikan suku bunga akan pengaruhi Indonesia.

"Namun ekonomi Indonesia masih cukup kuat di 2019 kita harap. Pasar modal tetap bisa jadi sumber pendanaan." ungkap Arif. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More