Kemendikbud Genjot Kualitas Pendidikan di Papua dan Papua Barat

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Selasa, 23 Okt 2018, 19:12 WIB Humaniora
Kemendikbud Genjot Kualitas Pendidikan di Papua dan Papua Barat

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Papua dan Papua Barat melalui penyediaan fasilitas pendidikan dan beasiswa pendidikan menengah dalam program Afirmasi Pendidikan Menengah atau ADEM.

"Setiap tahun, 500 siswa yang berasal dari Papua dan Papua Barat berkesempatan melanjutkan pendidikan menengah di sekolah daerah dengan standar kualitas pendidikan yang baik,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy pada jumpa pers 4 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10).

Muhadjir mengutarakan Angka Partisipasi Kasar (APK) pada pendidikan menengah di Papua dan Papua Barat terus meningkat. Data pokok pendidikan menunjukkan APK untuk SMA dan SMK di Papua yang di tahun 2015 sebesar 47,96 meningkat menjadi 53,06 pada 2017. Peningkatan yang cukup signifikan terjadi di Papua Barat dari 76,55 pada 2015 , menjadi 83,88 pada 2017.

Baca Juga:

Risna Hasanudin Membuka Mata dengan Pendidikan

Guru Indonesia Timur Bangkit

Selanjutnya, sejak tahun 2010 Kemendikbud telah melaksanakan program PMT-AS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah). Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa TK dan SD terutama di daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (3T).

Pemberian makanan tambahan ini guna memenuhi 10-20% kebutuhan kalori dan protein siswa. Sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), Kemendikbud menyempurnakan program PMT-AS menjadi Program Gizi Anak Sekolah (Progas).

Pada tahun 2018 ini, Kemendikbud menargetkan 100.136 siswa sekolah di 64 kabupaten dan kota di wilayah 3T seperti Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan lainnya mendapatkan manfaat dari Progas. Program ini juga memasukkan pendidikan gizi untuk para guru agar nantinya mampu menyampaikan pengetahuan gizi seimbang kepada siswa.

“Makanan yang disajikan, selain harus aman juga harus disesuaikan dengan selera lokal. Bahan baku makanan yang disajikan berasal dari petani lokal. Artinya program ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi anak, melainkan juga meningkatkan perekonomian lokal," tambah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud, Didik Suhardi.(Dhk/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More