Ingin Kelola Blok Migas? Ini Syaratnya

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Selasa, 23 Okt 2018, 11:32 WIB Ekonomi
Ingin Kelola Blok Migas? Ini Syaratnya

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

WAKIL Menteri ESDM Arcandra Tahar menjelaskan tiga kriteria utama yang ditetapkan pemerintah dalam menentukan pemenang lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas) Konvensional tahap II Tahun 2018. Tiga kriteria tersebut adalah memenuhi persyaratan dan ketentuan pokok lelang, kesehatan finansial serta rekam jejak perusahaan.

"Yang kita lihat adalah tawaran mereka sesuai dengan term and condition yang sudah kita tetapkan sebelumnya, seperti Komitmen Kerja Pasti. Di sana ada indikasi berapa mereka masukan. Rata rata sekitar US$60 dolar atau lebih dari Rp1 triliun," ujar Arcandra di Jakarta, Selasa (23/10).

Ia mengatakan pemerintah sudah mengevaluasi secara mendalam atas usulan proposal yang diajukan para peminat lelang. Penilaian terhadap proposal bergantung pada tawaran sejauh mana pengembangan WK migas ke depan.

Kriteria lain yang diambil oleh Kementerian ESDM adalah kesehatan finansial perusahaan yang mengikuti proses lelang. Hal itu menentukan perusahaan pemenang mampu membiayai dan melaksanakan kegiatan operasi perminyakan.

Baca Juga:

Blok Migas yang Tak Laku akan Diberikan ke Pertamina

Pertamina Kelola 12 Blok Migas Milik Pemerintah

Pertimbangan terakhir yang tak kalah penting adalah rekam jejak yang baik dalam kegiatan perminyakan.

"Perusahaan itu harus benar bergerak di bidang migas," tegasnya.

Pada lelang kali ini, terdapat dua WK yang laku, pemerintah memperoleh Total Bonus Tandatangan (Signature Bonus) sebesar US$5.500.000, serta Komitmen Pasti sebesar US$64.000.000 yang meliputi kegiatan G&G US$1.000.000, Survey SeismiK 2D 300 km, Seismik 3D 400 km2 dan Pengeboran empat sumur.

Sementara itu, empat WK, yaitu Makasar Strait, Selat Panjang, Andika Bumi Kita dan South East Kalimantan yang belum memiliki pemenang akan dilakukan lelang kembali pada pekan depan. Pemerintah juga memberi kesempatan kembali kepada perusahaan yang sempat mengikuti lelang WK Migas Konvensional Tahap II namun gagal menjadi pemenang.

"Kita membuka company-company yang seandainya berminat melakukan re-bid (lelang ulang) terhadap WK yang ditetapkan hari ini yang tidak ada pemenangnya. Mereka diperbolehkan (ikut lagi)," pungkasnya.

Direktur Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto menjelaskan pemerintah juga mempunyai opsi lain dengan menawarkan WK Migas yang belum memiliki pemenang kepada PT Pertamina.

"Secara lisan Pertamina minat untuk melakukan joint study, kita lihat dulu nanti," tutupnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More