Upaya Selamatkan Taman Beton dari Kehancuran

Penulis: (AFP/*/I-1) Pada: Selasa, 23 Okt 2018, 01:00 WIB Internasional
Upaya Selamatkan Taman Beton dari Kehancuran

AFP/ANWAR AMRO

DI dekat tepi laut Libanon, terdapat sebuah taman beton megah yang merupakan saksi bisu dari mimpi yang dibangun sebelum perang dunia. Lukisan di sebuah taman pameran itu tidak pernah selesai, namun sudah retak.

Bulan ini, sebuah pameran langka diadakan di lokasi yang dirancang arsitek legendaris asal Brasil, Oscar Niemeyer, dalam rangka menyelamatkan karya tersebut dari kehancuran.

Di dalam lahan abu-abu Trapoli International Fair yang luas di Libanon Utara, sebuah pohon palem membentuk siluet gelapnya ke kubah beton raksasa.

Sebuah lengkungan tipis menjulur tinggi di atas jembatan sempit, dan tangga curam berbentuk spiral naik ke atas, ke arah platform semen yang menjadi pilar. “Ini merupakan paradigma futuris yang unik di Libanon dan wilayah sekitarnya,” ujar seorang arsitek asal Libanon, Wassim Naghi.

“Modernitasnya, bentuk kurvanya, hal tersebut menggambarkan kemajuan arsitektur dalam waktu lebih dari 100 tahun,” ujarnya.

Hingga 23 Oktober, pertunjukan bertajuk Cycles if Collapsing Progress diselenggarakan dalam rangka merayakan sebuah tempat bersejarah. “Acara ini mendokumentasikan masa keemasan dalam sejarah modern Libanon, gaya arsitektur, ilmu pengetahuan, dan budaya pada saat itu,” kata kurator Karina al-Helu.

Sepanjang 1960-an, negara kecil di Mediteranian itu memiliki program luar angkasanya sendiri, dan telah berhasil meluncurkan roket kecil tanpa awak ke luar angkasa.

Ketika Niemeyer pertama kali diminta untuk merancang ruang di luar angkasa pada 1962, terdapat rencana untuk membuat sebuah ruangan di bawah platform melingkar untuk menjadi museum ruang angkasa. Namun, impian mengenai eksplorasi luar angkasa, dan pembuatan museum tersebut tidak dapat terealisasi akibat pecahnya perang saudara pada tahun 1975-1990.

Pameran ini bertujuan untuk mengingatkan para pengunjung, tentang masa lalu negara ini, sekaligus menyorot kembali sebuah landmark yang akan runtuh.

Di negara yang terdapat monumen sejarah beribu tahun pada periode Fenisia, dia mendesak pihak berwenang untuk memberikan perhatian yang sama terhadap arsitektur modern. “Sangat bagus untuk memulihkan kembali bangunan yang menunjukkan sejarah kuno Libanon,” ujarnya.

Berbagai renovasi melibatkan studi mendalam dan perusahaan khusus. “Dan itu akan menghabiskan banyak biaya dan melibatkan keputusan pemerintah,” tegasnya.

Naghi dan yang lainnya berharap, situs itu dapat ditambahkan ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Delegasi Libanon untuk UNESCO Sahar Baassiri mengatakan, saat sedang berupaya memasukkan taman beton sebagai daftar arsitektur kontemporer. (AFP/*/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More