Seapup 3 Bantu Produksi Migas

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Selasa, 23 Okt 2018, 03:15 WIB Ekonomi
Seapup 3 Bantu Produksi Migas

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

INDUSTRI perkapalan nasional telah mampu berkontribusi dalam ­program pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) nasional. Senin (22/10), PT Swadaya Sarana Berlian meluncurkan ­liftboat Seapup 3 guna melayani eksplorasi migas nasional.
“Seapup 3 merupakan hasil inovasi dan penyempurnaan yang terus kami lakukan berdasarkan pengalaman dalam mengoperasikan liftboat selama 25 tahun. Kami yakin dan percaya Seapup 3 dapat bekerja lebih aman dan efisien,” kata Direktur Pemasaran PT Swadaya Sarana Berlian, Frederick Perwata, melalui keterangan tertulis, kemarin.

Seapup 3 diklaim dapat digunakan melakukan aktivitas pra dan pascapengeboran yang lebih hemat biaya. Seapup 3 disebut platform cerdas yang bisa bermanuver layaknya sebuah kapal dengan menggunakan power sendiri.

“Seapup 3 juga mampu menaikkan hull (lambung kapal) hingga ke atas permukaan air dan sejajar dengan platform offshore. Cara ini lebih aman dan lebih efisien,” tambah Perwata.

Kementerian Perindustrian memuji langkah yang dilakukan PT Swadaya Sarana ­Berlian.

“Kami mengapresiasi PT. Swadaya Sarana Berlian atas kontribusinya terhadap pengembangan industri perkapalan di Indonesia. Semoga banyak pekerjaan yang bisa dilakukan. Misalnya, kapal ­Seapup 3 ini yang ­pengoperasiannya 100% dilakukan tenaga kerja ­Indonesia,” kata Airlangga pada peresmian kapal Seapup 3  di kawasan Pelabuhan Ma-runda, Jakarta, Senin (22/10).

Airlangga memandang pembuatan kapal ini merupakan salah satu state of the art dalam dunia perkapalan.

Diharapkan, pengembangan kapal Seapup 3 dapat menerapkan teknologi terbaru, terkait dengan industri 4.0, khususnya dalam sektor migas.

“Tentu selanjutnya kami memacu industri perkapalan nasional lebih berkembang lagi ke depannya. Kapasitas produksi untuk bangunan baru maupun reparasi kapal dapat terus ditingkatkan, termasuk kemampuan dalam membangun fasilitas untuk mendukung kegiatan di sektor migas,” ujarnya.

Menurut Menperin, Indonesia mempunyai kepentingan untuk memajukan industri perkapalan nasional yang secara mandiri dapat memenuhi kebutuhan, terutama di pasar domestik.

Efek berantai
Di samping itu, aktivitas industri perkapalan di-nilai dapat memberikan efek berantai yang luas se-hingga mampu menggerakkan roda perekonomian di sektor lainnya.

“Apabila kita melihat karakteristik wilayah Indonesia, potensi migas yang harus dikelola sebagian besar berada di wilayah lautan. Oleh sebab itu, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan armada kapal maupun sarana lain dalam mendukung kegiatan sektor migas tersebut sangat diperlukan,” paparnya.

Langkah tersebut penting dilakukan agar kinerja dan produktivitas migas semakin meningkat, apalagi sektor itu punya nilai strategis bagi perekonomian nasional.
Berdasarkan capaian semester I 2018, penerimaan negara dari hulu migas sebesar US$8,5 milliar atau 71% dari target APBN 2018 yang sebesar US$11,9 milliar. Adapun dari segi investasi, sektor migas telah mencapai US$3,9 miliar. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More