Pasokan Listrik Jawa Bali Terancam Terhenti

Penulis: (BN/N-3) Pada: Selasa, 23 Okt 2018, 02:45 WIB Nusantara
Pasokan Listrik Jawa Bali Terancam Terhenti

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

KETERSEDIAAN air di Bendungan Sutami, Malang, Jawa Timur, saat ini tidak mencukupi untuk menggerakkan gene-rator. Akibatnya, pasokan listrik Jawa Bali dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Brantas terancam terhenti.

Hal itu terjadi bila sampai November mendatang tidak turun hujan. Kondisi kemarau ini menyebabkan ketersediaan air di sana terus menyusut sebab bendungan terbesar di Jatim ini menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan PLTA, air minum, irigasi, perikanan, dan industri.

“Kondisi riil di lapangan, untuk (elevasi bendungan) Sutami sudah mencapai ambang batas operasional PLTA,” tegas Kepala Bagian Komuni-kasi Perusahaan dan Good Corporate Governance Perum Jasa Tirta (PJT) I di Kota Malang, Jatim, Inni Dian Rohani, kepada Media Indonesia, Senin (22/10).

Kondisi itu disebabkan pada Oktober 2018 sifat hujan di bawah normal sesuai prakiraan BMKG. Hal tersebut jelas berdampak pada minimnya pasokan air yang masuk ke bendungan.

Ia mengungkapkan elevasi aktual atau ketinggian permukaan air di Bendungan Sutami terkini 257,98 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketersediaan air yang ada, lanjutnya, masih bisa bertahan sampai akhir Oktober bergantung pada outflow atau air yang dikeluarkan tetap diatur di bawah pola sesuai operasional waduk atau bendungan.

Kendati posisi air baku sekarang masih bisa menggerakkan generator PLTA, tapi kondisinya semakin mendekati low water level (LWL) yang dipatok 255 mdpl. “Di elevasi 255 mdpl, PLTA tidak dapat beroperasional,” ujarnya.

Pihaknya berharap prakiraan BMKG tidak meleset sehingga pada November sifat hujan sudah normal. Dengan begitu, waduk terisi air baku lagi sebelum menyentuh LWL. Bila elevasinya 255 mdpl dipastikan mengganggu pasokan listrik Jawa Bali sebesar 1,24 miliar kwh.
Sejauh ini data kondisi waduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo yang dikelola PJT I menyebutkan elevasi di Sutami tidak sesuai pola. Pemantauan elevasi (sepuluh harian) pada 1 Oktober 2018 polanya 261,54 mdpl, tapi aktual hanya 261,20 mdpl. Posisi 10 Oktober, polanya 260,86 mdpl, tetapi aktual hanya 259,51 mdpl. Selama 1-10 Oktober total deviasi mencapai 0,84 mdpl. (BN/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More