Sri Mulyani Indrawati Berbagi Ilmu dengan Menteri Cilik

Penulis: Nur Aivanni Pada: Selasa, 23 Okt 2018, 00:00 WIB Hiburan
Sri Mulyani Indrawati Berbagi Ilmu dengan Menteri Cilik

ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri

DENGAN mengenakan blazer warna putih bersulamkan bunga-bunga berwarna biru, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, 56, memperkenalkan diri kepada puluhan anak kelas VI A di Sekolah Dasar Negeri Kenari 7 di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/10).
"Selamat pagi anak-anak. Siapa yang di sini mau menjadi Menteri Keuangan?" ujar perempuan kelahiran Bandar Lampung itu.

Dengan gaya interaktif, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan apa yang selama ini dilakukan kementerian yang dipimpinnya. "Kementerian Keuangan dipimpin oleh menteri keuangan. Menteri keuangan ialah pembantu bapak Presiden untuk mengatur uang negara," kata mantan dosen Universitas Indonesia itu, dalam salah satu slide presentasi bahan ajarnya.

Tak hanya bertutur, Sri Mulyani juga sengaja mengajak anak-anak bermain peran (role playing) mengenai bagaimana cara mengelola keuangan di tiap-tiap kementerian. Lima pelajar, terdiri atas dua perempuan dan tiga laki-laki maju ke depan kelas. Mereka diminta untuk berperan menjadi menteri keuangan, menteri kesehatan, menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat, menteri pendidikan, dan menteri sosial.

Sri Mulyani kemudian menanyakan kepada mereka berlima yang berperan menjadi menteri cilik dalam mengelola anggarannya. Ia menanyakan kepada tiap-tiap menteri cilik tersebut, akan digunakan untuk apa anggaran yang mereka punya.  "Kalau Melisa sebagai menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat, akan bangun jalan di Papua, Kalimantan, atau tol Jakarta?" tanya Sri Mulyani.

Melisa pun menjawab bahwa dirinya akan membangun tol di Jakarta. Sri Mulyani mengkritisinya dengan berperan sebagai orang Kalimantan yang ingin pemerintah membangun jalan di daerahnya.

"Saya orang Kalimantan bu, saya mau di-bikinin jalan," rayu Sri Mulyani kepada Melisa yang disambut tawa anak-anak.
     
Terkesan
Hampir setengah jam lebih, Sri Mulyani berinteraksi dengan anak-anak. Ia pun berpesan kepada mereka bahwa tiap-tiap menteri menjalankan tugasnya dan mempunyai prioritas anggaran. Hal itu pun dimaksudkan agar anak-anak juga bisa menentukan mana yang prioritas dan tidak, seperti halnya antara bermain dan belajar.

"Main game nomor berapa?" tanya Sri Mulyani yang dijawab terakhir secara kompak oleh anak-anak.

Kegiatan Kementerian Keuangan mengajar tersebut sudah dilakukan sejak 2016 di seluruh daerah, sebagai sarana untuk sosialisasi dan memberikan berbagai macam pengetahuan secara mudah kepada anak-anak, terutama di SD. Kegiatan seperti itu ternyata bisa menambah semangat Sri Mulyani. Pasalnya, ia sangat senang bisa berinteraksi dengan anak-anak. "Berinteraksi dengan anak-anak saja sudah berkesan karena selalu membuat energi saya meningkat," pungkasnya.

Sri Mulyani ialah anak ketujuh dari 10 bersaudara, yang dilahirkan dari pasangan Prof Satmoko dan Prof Retno Sriningsih. Kedua orangtuanya dikenal sebagai guru besar dari Universitas Negeri Semarang. Sri Mulyani meraih gelar master dan doktor di bidang ekonomi dari University Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, pada 1992.

Sebelum duduk di kursi pemerintahan, Sri Mulyani bekerja sebagai konsultan untuk US Agency for International Development (USAID), dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara. Ia pernah mengajar ekonomi Indonesia sebagai profesor di Andrew Young School of Policy Studies di Georgia State University.

Sebagai menteri keuangan, salah satu kebijakan pertama Sri Mulyani yang fenomenal ialah keberaniannya membersihkan Kemenkeu dari pegawai bermental korup. Ia berhasil meminimalkan korupsi dan memprakarsai reformasi dalam sistem pajak dan keuangan Indonesia dan mendapat reputasi sebagai menteri yang berintegritas.

Tak mengherankan, perempuan yang hobi membaca dan bermain voli itu masuk kategori Forbes Most Powerful Women 2008 dan tokoh asal Indonesia paling berpengaruh versi Globe Asia 2017. Predikat menteri keuangan terbaik juga sering disematkan padanya. (H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More