Negara Arab Puji Penjelasan Arab Saudi Soal Khashoggi

Penulis: Antara Pada: Senin, 22 Okt 2018, 08:54 WIB Internasional
Negara Arab Puji Penjelasan Arab Saudi Soal Khashoggi

LEAH MILLIS/POOL/AFP

SEJUMLAH negara Arab menyambut baik penjelasan Arab Saudi mengenai keadaan saat terbunuhnya wartawan kawakan Jamal Khashoggi.

Khashoggi, kolumnis dan wartawan Arab Saudi untuk The Washington Post, telah hilang sejak ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Setelah berhari-hari membantah, Riyadh akhirnya mengetahui keberadaan Khashoggi. Arab Saudi, pada Sabtu (20/10), menyatakan Khashoggi meninggal dalam perkelahian di dalam Konsulat.

Di dalam satu pernyataan, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan kementerian itu mengapresiasi hasil penyelidikan awal (Arab Saudi) dalam kasus tersebut.

"Keputusan dan tindakan yang dilakukan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sejalan dengan dihormatinya prinsip hukum dan pelaksanaan keadilan," tambah kementerian itu.

Pujian serupa disampaikan Uni Emirat Arab--yang memuji keputusan dan instruksi Raja Salman, kata kantor berita resmi Emirat.

Bahrain mengatakan keputusan Raja Arab Saudi tersebut dikeluarkan "untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan serta mengungkap fakta." Hal itu dikatakan saluran televisi Arab Saudi Al-Ekhbariya di akun Twitter.

Sementara itu, Palestina mengatakan, "Arab Saudi, di bawah kepemimpinan Khadamul Haramain Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, akan menjadi keadilan, nilai-nilai dan prinsip-prinsip."

Kantor berita Palestina, WAFA,  memuji keputusan Arab Saudi karena "menegakkan kadilan, kejujuran, fakta dan hukum".

Pemerintah Yaman, sebagaimana dilaporkan kantor berita Saba, mengatakan di dalam satu pernyataan temuan dari penyelidikan Arab Saudi "mencerminkan tindak-lanjut yang serius yang berkelanjutan oleh lembaga Arab Saudi".

Menurut pernyataan tersebut, Riyadh "sejak dulu selalu mengkaji setiap kekeliruan yang mungkin dilakukan salah satu lembaganya dan bekerja untuk menanganinya dengan cepat dan mengambil tindakan yang diperlukan serta menyeret para pelakunya untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka seperti apa yang terjadi dalam peristiwa ini (terbunuhnya Khashoggi)".

Kementerian Luar Negeri Kuwait juga menyambut baik versi Arab Saudi mengenai peristiwa itu, dan mengatakan itu "mencerminkan keprihatinan Kerajaan tersebut mengenai dihormatinya prinsip hukum".

Pada gilirannya, Oman menggambarkan tindakan Arab Saudi berkaitan dengan Khashoggi sebagai "transparan".

Yordania mengatakan penjeleasan Arab Saudi "diperlukan untuk menjelaskan kondisi seputar kasus tersebut dan menyeret mereka yang bertanggung-jawab ke pengadilan".

Djibouti memuji "kepentingan" Arab Saudi untuk mengungkapkan fakta mengenai terbunuhnya Khashoggi, kata kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency.

Liga Arab, yang berpusat di Ibu Kota Mesir, Kairo, mengatakan penjelasan Arab Saudi "mencerminkan kepentingan besar untuk mengungkap kebenaran dan melakukan tindakan hukum yang diperlukan".

Di dalam satu pernyataan, Liga Arab menyampaikan penolakan atas ancaman menjatuhkan sanksi ekonomi atau melakukan tindakan sepihak terhadap Arab Saudi sehubungan dengan kasus Khashoggi.

Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) juga menyambut baik "kepentingan penting yang meliputi penangkapan 18 tersangka dalam kasus ini setelah penyelidikan awan oleh Jaksa Agung (Arab Saudi)".

Sementara itu, Abdullatif bin Rashid Az-Zayani, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk, menggambarkan tindakan Arab Saudi tersebut sebagai "tegas" dan "mencerminkan komitmen pemimpin Kerajaan itu untuk menjelaskan fakta kepada masyarakat dunia". (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More