Pekan Batik Nusantara Jadi Perhatian Dunia

Penulis: (AS/N-1) Pada: Senin, 22 Okt 2018, 04:00 WIB Nusantara
Pekan Batik Nusantara Jadi Perhatian Dunia

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

PEKAN Batik Nusantara (PBN) 2018 di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang digelar di Kawasan Wisata Budaya Jetayu tahun ini semakin mengukuhkan warisan seni budaya batik Indonesia itu semakin dikenal dunia internasional.

Puncak pembukaan PBN 2018 yang dipusatkan tepat di depan Museum Batik Pekalongan, Sabtu (20/10), dihadiri ratusan tamu undangan baik dari dalam dan luar negeri yang terpana dengan hentakan musik dan gemulai beberapa penari perempuan berkostum merah yang menarikan Tari Kayungyun. Tari itu merupakan tari kreasi yang menceritakan kecintaan generasi muda terhadap batik.

Pekan batik ke-10 itu semakin mengukuhkan seni budaya batik, khususnya batik pekalongan, sebagai tren busana internasional dengan ketertarikan mancanegara baik dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika, maupun Timur Tengah. “Corak dan warna batik pekalongan itu cocok dan disukai hampir seluruh warga berbagai negara,” kata pengamat batik Haris.

Terbukti dalam pembukaan PBN 2018, lima duta besar, yakni Duta Besar Mesir Ahmad Amr Ahmad Moawad, Sekretaris 3 Dubes Ukraina Shana, Deputy Head of Mission Dubes Swiss Obiseva, istri Dubes Peru Maria Susan Santos De Cardevas, dan Perwakilan Woman Internation Club Merry Ane M Obusan hadir untuk menyaksikan langsung kehebatan batik di Pekalongan.

Pekan Batik Nusantara yang berlangsung hingga Rabu (24/10) mengambil tema Pesona batik peranakan wujud akulturasi budaya, dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional ke-9 sekaligus peringatan satu dasawarsa pekan batik di Kota Pekalongan. “Kita targetkan PBN 2018 ini tercapai transaksi Rp7 miliar, atau naik jika dibandingkan dengan PBN 2017 yang tercapai transaksi Rp6,2 miliar,” kata Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz.(AS/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More