13 Dubes Kunjungi Cilacap, Bupati Paparkan Potensi Investasi

Penulis: Liliek Dharmawan Pada: Minggu, 21 Okt 2018, 17:45 WIB Nusantara
13 Dubes Kunjungi Cilacap, Bupati Paparkan Potensi Investasi

ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna

SEBANYAK 13 duta besar negara sahabat mengunjungi Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) selama dua hari mulai Sabtu (20/10) dan Minggu (21/10). Selain berkunjung ke sejumlah obyek wisata dan tempat UKM batik, mereka juga mendengarkan paparan dari Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji.

Bupati mengatakan kalau Cilacap merupakan daerah yang siap dijadikan lokasi penanaman investasi, tak terkecuali investasi asing. 

"Kami memiliki beragam peluang investasi. Tahun 2016 lalu, ada investasi di Cilacap senilai Rp11 triliun, sedangakn pada tahun ini, hingga Agustus lalu, investasi yang masuk mencapai Rp4 triliun," kata Bupati saat menerima para dubes di Pendopo Wijayakusuma pada Sabtu (20/10) malam.

Sementara Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, mengatakan pihaknya memanfaatkan kunjungan para dubes tersebut untuk mengenalkan potensi ekonomi dan pariwisata di Cilacap. 

"Kami mengenalkan potensi unggulan di antaranya adalah batik tulis serta berbagai tempat wisata, sehingga diharapkan para dubes akan mengenalkan Cilacap kepada negara mereka masing-masing. Diharapkan ada dampak positif bagi Cilacap setelah kunjungan ini, di antaranya adalah investasi," ujarnya.

Sementara mewakili rombongan diplomat, Dubes Serbia, Slobodan Marincovik, mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih atas sambutan yang diberikan atas kunjungan tersebut. Diharapkan, setelah kunjungan perdana tersebut akan dapat dilanjutkan dengan kerja sama antarnegara yang saling menguntungkan.

Selama dua hari di Cilacap, para diplomat yang mengikuti acara 
Diplomatic Tour to Cilacap Regency mengunjungi berbagai lokasi wisata di antaranya Teluk Penyu, Pantai Nusakambangan, Gunung Selok dan lainnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More