Korban Gempa-Tsunami Sulawesi Tengah masih Trauma

Penulis: Antara Pada: Minggu, 21 Okt 2018, 17:15 WIB Nusantara
Korban Gempa-Tsunami Sulawesi Tengah masih Trauma

MI/RAMDANI

KORBAN gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, yang mengungsi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengaku masih trauma dan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.

Sejumlah pengungsi dari Kota Palu, Sigi dan Donggala saat ditemui di Penajam, Minggu (21/10), menginginkan kembali ke Sulawesi Tengah, tetapi mereka memastikan tidak dalam waktu dekat ini.
   
"Saya masih membutuhkan waktu untuk menenangkan diri," ujar Cendy, salah satu korban gempa-tsunami Sulawesi Selatan, warga Perumahan BTN Graha Estetika Kecamatan Palu Selatan yang mengungsi di Kabupaten Penajam Paser Utara.
   
Ia masih trauma atas musibah yang menimpa keluarganya, dan sampai saat ini belum mengetahui nasib istri dan anak-anaknya setelah musibah bencana alam di Sulawesi Tengah tersebut.
   
Cendy menuturkan, saat terjadi gempa kemudian disusul tsunami dirinya sempat terseret lumpur dan tertimbun tanah, sehingga terpisah dari istri dan anak-anaknya.
   
Lelaki berusia 47 tahun tersebut, kini menumpang di rumah keluarganya yang tinggal di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.
   
Cendy bersama 19 pengungsi lainnya yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara, masih trauma untuk segera kembali ke kampung halaman di Sulawesi Tengah.

Untuk mengetahui kabar dan perkembangan kondisi di Kota Palu, dia terus berkomunikasi dengan kakak dan keponakannya yang masih berada di Sulawesi Tengah.
   
Cendy juga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memulihkan kondisi Kota Palu, Sigi dan Donggala yang mengalami banyak kerusakan setelah tertimpa bencana alam.
   
Para korban gempa-tsunami yang mengungsi di Kabupaten Penajam Paser Utara mengungkapkan, masih merasa sedih ketika teringat peristiwa bencana alam yang memorak-porandakan tempat tinggal mereka.
   
Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala dilanda gempa berkekuatan 7,4 skala Richter pada Jumat Petang 28 September 2018. Setelah itu disusul tsunami menghantam Palu, gelombang setinggi 3 meter dari laut naik jauh hingga ke daratan dan menyapu kawasan permukiman dan tempat berkumpulnya orang di Palu. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More