Pesantren Mengalirkan Ilmu dan Berkah

Penulis: SUMARYANTO BRONTO Pada: Minggu, 21 Okt 2018, 00:45 WIB Weekend
Pesantren Mengalirkan Ilmu dan Berkah

MI/SUMARYANTO BRONTO

SUARA alunan murid mengaji terdengar saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Huda di Langgongsari, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Tidak semata mengaji, para santri yang memondok di Ponpres Nurul Huda ini juga menempuh pendidikan formal.

Para santri yang masih anak-anak usia SD menempuh pendidikan di sekolah di sekitar pondok. Sementara itu, santri yang mengikuti jenjang pendidikan SMP dan SMA bersekolah di SMP Al Aqwiya dan Madrasah Aliah (MA) Al Aqwiya yang dikelola pondok.

Saat ini ada sekitar 1.000 santri putra dan putri yang belajar dan mengaji di Nurul Huda. Selain dari sekitar, mereka juga datang dari luar Jawa.

Keberadaan Pondok Pesantren Nurul Huda tidak lepas dari sosok Muhammad Abror yang akrab dipanggil Gus Abror. Awalnya orangtua Muhammad Abror, yakni Kyai Ahmad Samsul Ma'arif bersama Abdul Muttolib Khalimi dan Abdullah Sukri pada 1983 menyelenggarakan majelis taklim atau pengajian kecil-kecilan untuk warga sekitar. Lambat laun banyak orang dari luar daerah berdatangan ikut pengajian.

"Mereka yang mengusulkan kepada bapak saya supaya bikin asrama," ujar jebolan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat ini. Semula, pembangunan asrama hanya menampung tamu pengajian dari luar kota. Namun, asrama belum selesai dibangun sudah ada santri yang datang. "Nah, santri itu yang menginspirasi bapak saya. Kebetulan santri ini tidak mendapat dukungan dari orangtuanya baik secara finansial maupun spiritual," ungkap Gus Abror.

Sepeninggal Kiai Ahmad Samsul Ma'arif, pengelolaan pondok diserahkan kepada Gus Abror hingga kini. Adik Gus Abror juga terlibat dalam pengelolaan pondok. Gus Imam mengurusi SMP Al Aqwiya, sedangkan Gus Ajir diserahi tugas menangani Madrasah Aliah Al Aqwiya.

Rata-rata santri yang mondok di pesantren ini merupakan kaum duafa atau anak yatim piatu sehingga Gus Abror memutuskan tidak ditarik bayaran alias gratis. "Rata-rata mereka tidak mampu, maka kami enggak menarik apa pun kepada mereka," ungkap Gus Abror.

Pondok memiliki sejumlah unit usaha, di antaranya koperasi dan air minum kemasan untuk konsumsi internal pondok. Gus Abror tidak pernah mengajukan proposal bantukan kepada siapa pun. Jika ada yang ingin memberikan bantuan, ia tidak menolak. Ia yakin Tuhan akan memberi jalan kepada siapa saja yang berbuat ikhlas menolong sesama. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More