Gus Yasin Tegaskan Santri Jateng Solid Dukung Jokowi-Amin

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 20:00 WIB Nusantara
Gus Yasin Tegaskan Santri Jateng Solid Dukung Jokowi-Amin

ANTARA

TAJ Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin menegaskan bahwa para santri yang ada di Provinsi Jawa Tengah, solid dalam mendukung dan memenangkan pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Kiai Haji Ma'ruf Amin pada Pemilihan Umum Presiden 2019.

"Kita melanjutkan perjuangan di Jateng, dengan mendukung pasangan capres Jokowi-Amin. Insya Allah para santri kita solid," kata salah satu pimpinan Santri Gayeng itu yang ditemui saat menghadiri Rapat Kerja Daerah Khusus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Majapahit Convention, Semarang, Sabtu (20/10).

Gus Yasin menyebutkan jaringan para santri di 35 kabupaten/kota yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Kabupaten Rembang, dan tergabung dalam Santri Gayeng akan kembali bergerak memenangkan pasangan capres bernomor urut 01.

Pada Pilgub Jawa Tengah 2018, Santri Gayeng ikut bergerak memenangkan pasangan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen bersama berbagai elemen partai politik pendukung.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan itu mengungkapkan, Santri Gayeng mengadakan rapat koordinasi guna konsolidasi agar pasangan aapres Jokowi-Amin memenangi pilpres mendatang.

"Kita sudah kumpulkan Santri Gayeng yaitu  dan mulai bergerak semua untuk memenangkan Pak Jokowi, bahkan pada hari ini pun mereka sudah bekerja, kita gerakkan semua," ujarnya.

Menanggapi pernyataan salah seorang pendukung pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa Kiai Haji Maimoen Zubaer atau Mbah Moen meramal Prabowo yang akan memimpin Indonesia, Gus Yasin meminta kubu lawan tidak mendramatisasi.

"Memang ada pertemuan di Sarang, memang Pak Prabowo sowan ke Mbah Moen, tapi kami sendiri tidak tahu dan tidak mendengarkan secara langsung apakah Mbah Moen meramalkan hal itu secara langsung," kata salah seorang putra KH Maimoen Zubaer itu.

Apalagi, lanjut dia, disebutkan jika Prabowo juga diajak masuk ke kamar Mbah Moen yang sakral untuk berbicara empat mata.

"Benar kamar itu sakral, tapi kami sering masuk ke kamar beliau untuk menemani tanpa diminta oleh beliau sehingga tidak benar jika muncul informasi, kami putra-putranya tidak boleh masuk ke situ," ujarnya.

Gus Yasin secara tegas meminta kepada kubu lawan politik pasangan capres Jokowi-Amin untuk bertindak secara fair dalam Pilpres 2019. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More