Arsul: Sosialisasi Visi Misi ke Publik sesuai Klasifikasi Masyarakat

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 19:55 WIB Politik dan Hukum
Arsul: Sosialisasi Visi Misi ke Publik sesuai Klasifikasi Masyarakat

AKMAL FAUZI

VISI misi kedua pasangan calon yang berkontestasi di pemilu presiden 2019 dinilai belum banyak diketahui publik. Padahal, masa kampanye sudah hampir satu bulan berjalan sejak 23 September 2018.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arsul Sani mengatakan, meski visi misi pasangan calon sudah tertera di laman Komisi Pemilihan Umum, ia mengamini terkait masih banyaknya masyarakat belum mengetahui visi misi calon.

"Memang benar, kalau kita lihat secara total pengguna internet baru sekitar 30%. Nah dari jumlah itu yang mau lihat website KPU berapa sih," kata Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Sabtu (20/10).

Untuk itu, kata Arsul, selain mengkampanyekan narasi positif dengan gagasan, pihaknya masih menggunakan ‘cara lama’ untuk mensosialisasikan visi misi. Misalnya dengan mencetak buku visi misi yang dibagikan ke masyarakat melalui tim kampanye daerah (TKD) masing-masing wilayah.

"Kami juga melalui pertemaun tatap muka seperti yang dilakukan oleh tim kampanye daerah caleg dari masing-masing partai dan para relawan," jelas Sekjen Partai Persatuan Pembangunan itu.

Arsul mengatakan, dalam pertemuan itu, agar visi misi bisa dipahami masyarakat tentu disampaikan sesuai klasifikasi masyarakat. Menurutnya, cara itu dinilai ampuh agar masyarakat paham gagasan yang tertuang di visi misi pasangan nomor urut 01 itu.

"Di banyak kantong pendukung PPP di mana ada para tokoh masyarakat, kiai ustaz ada di sana maka tentang program dunia lembaga pendidikan keagamaan, pondok pesantren misalnya. Itu kan ada di visi misi, ada di poin pembangunan sumber daya manusia, ada klasifikasi," jelas Arsul.

Selain peserta pemilu, sosialisasi visi misi juga bagian dari tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum. Untuk itu, Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi, khususnya dengan pendekatan ke basis keluarga di setiap wilayah.

“KPU dan jajarannya KPU provinsi dan KPU kabupaten atau kota akan menggencarkan sosialisasi dengan berbasus keluarga sebagai kelompok sasaran sosialisasi,” ujarnya melalui pesan singkat, Sabtu. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More