Indonesia Raup US$11 Juta di Saudi Agrofood

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 09:55 WIB Ekonomi
Indonesia Raup US$11 Juta di Saudi Agrofood

Ist

DELEGASI Indonesia berhasil meraup transaksi sebesar US$11 juta dalam pameran Saudi Agrofood yang digelar di Riyadh International Convention and Exhibition Center, Riyadh, Arab Saudi, pada 7-10 Oktober 2018 lalu.

Total transaksi tersebut terdiri dari hasil penjualan PT Blue Star Anugerah yang menjajakkan produk ikan segar, tuna kaleng, dan ranjungan sebesar US$10,68 juta, CV Global Mulyo Mandiri dengan komoditas gaharu dan minyak esensial senilai US$541.933, PT Rezeki Inthi Artha dengan komoditas bubuk coklat, tuna kaleng, dan buah nanas sejumlah US$600.000, serta PT Niramas Utama dengan komoditas jeli kelapa, kelapa parut, dan kelapa muda kering sebesar US$40.500,

"Indonesia merupakan satu-satunya negara di wilayah Asia yang mengikuti pameran. Sedangkan peserta lainnya berasal dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika," Kepala Indonesian Trade Promotion Center Jeddah Gunawan melalui keterangan resmi, Sabtu (20/10).

Sebagai tindak lanjut dari pameran tersebut, Kementerian Perdagangan, KJRI Jeddah, Kementerian Luar Negeri, bersama kementerian/lembaga terkait bekerja sama dengan PT Wahyu Promo Citra akan menyelenggarakan Indonesia Expo Jeddah dan misi dagang Indonesia yang akan digelar pada 28 November-1 Desember 2018 di Kawasan Jeddah Exhibition and Trade Centre, Arab Saudi.

Pameran Saudi Agrofood merupakan salah satu pameran internasional terbesar di Riyadh yang diikuti sebanyak 300 perusahaan dari 33 negara di bidang agrofood, pengolahan makanan dan minuman (mamin), pertanian, pertanian, dan perkebunan.

Keikutsertaan pada pameran kali ini merupakan upaya perwakilan perdagangan Indonesia di Arab Saudi untuk meningkatkan ekspor nonmigas, khususnya produk mamin Indonesia. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More