OJK Targerkan P2P Lending Fintech Capai Rp 20 Triliun

Penulis: Nur Aivanni Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 09:35 WIB Ekonomi
OJK Targerkan P2P Lending Fintech Capai Rp 20 Triliun

MI/Ramdani

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menargetkan kredit yang disalurkan fintech peer to peer lending mencapai Rp18 triliun hingga Rp20 triliun tahun 2018 ini. Per Agustus 2018, jumlah penyaluran kredit yang dilakukan oleh fintech lending tersebut mencapai Rp11,68 triliun.

"Kami antisipasi sampai Desember (penyaluran kredit) Rp 18 triliun - Rp 20 triliun," kata Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Financial Technology Hendrikus Passagi usai diskusi bersama media yang bertema memahami fintech peer to peer landing, di Bogor, Jumat (19/10) malam.

Selain itu, ia pun memproyeksikan jumlah peminjam yang menggunakan fintech lending sampai akhir tahun nanti sebanyak 3 juta peminjam. Per Agustus 2018 saja sudah ada 1,8 juta peminjam yang memanfaatkan fintech lending tersebut.

Hendrikus menyampaikan bahwa saat ini ada 73 penyelenggara fintech lending yang diawasi oleh OJK. Dari 73 fintech tersebut, satu fintech sudang mengantongi izin dan 72 lainnya berstatus terdaftar. Sementara itu, ada 202 fintech yang sedang mengajukan proses pendaftaran.

Lebih lanjut, ia pun menekankan bahwa tidak ada kaitannya antara status yang berizin dan terdaftar dengan kinerja. Pasalnya, mereka sama-sama bisa beroperasional. "Dari 72 yang terdaftar, ada 17 yang sedang mengajukan proses berizin," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More