Perang Dagang Bisa Munculkan Resesi

Penulis: Henri Salomo Siagian Dari Brussels, Belgia Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 09:23 WIB Ekonomi
Perang Dagang Bisa Munculkan Resesi

AFP/JOHN THYS
Wapres Jusuf Kalla berbincang dengan PM Jepang Shinzo Abe di sela-sela pembukaan Asia- Europe Meeting (Asem) ke-12 di Brussels, Belgia, Kamis (18/10/2018).

INDONESIA menekankan pen­tingnya kerja sama antarnegara di dunia untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

Hal ini dikemukakan Wakil­ Presiden Jusuf Kalla saat menjelaskan hasil Asia-Europe Meeting (Asem) ke-12 di Brussels, Belgia, kemarin (Jumat, 19/10/2018).

“(Usaha) paling penting ialah mencegah perang dagang karena tidak ada yang untung, malahan bisa terjadi resesi dunia. Itu menjadi pembicaraan,” kata Kalla.

Menurut Kalla, saat ini tidak ada negara yang tidak tergantung pada negara lain. “Seperti perang dagang antara AS dan Tiongkok, dampaknya bisa ke kita. Tidak ada kepentingan negara sendiri, melainkan harus kerja sama antarnegara.”

Di antara tiga kekuatan pereko­nomian dunia, yakni Eropa, AS, dan Tiongkok, Indonesia selalu berada di tengah, baik dari sisi kondisi maupun posisi politik.

“Kita bisa ancam bikin trade war. Kalau masing-masing tutup, ya tutuplah. Dagang itu tidak hindarkan saling embargo sehingga mereka tahu kita punya kekuatan. Seperti kalau Eropa hendak menahan sawit, kita tidak beli Airbus. Nilai Airbus lebih tinggi ketimbang sawit. Akibatnya, mereka mundur dan mau membicarakan ulang pelarangan penggunaan produk sawit hingga 2030,” lanjut Kalla.

Selama ini, proses negosiasi telah membuat Eropa memahami bahwa industri sawit Indonesia didominasi kepentingan rakyat kecil ketimbang pengusaha besar, yakni mencapai  sekitar 70%.

Sebelumnya, menjelang gala dinner Kamis (18/10) malam, Kalla menyampaikan apresiasi kepada PM Jepang Shinzo Abe atas bantuan negaranya kepada korban gempa di Palu.

Sebaliknya, Abe menyampaikan komitmen Jepang membantu korban gempa.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mendorong pelaksanaan Asem ke-12 dapat menguatkan prinsip dan nilai-nilai demokrasi, HAM, hukum, dan masyarakat sipil yang kuat serta independen. “Dunia tanpa aturan sama saja chaos. Mari kita membahas perbedaan, tetapi juga bukan mengompromikan aturan dasar ketertiban dunia.” (X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More