Melalui Blusukan, Jokowi Masuk Muslim 500

Penulis: MI Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 09:21 WIB Politik dan Hukum
Melalui Blusukan, Jokowi Masuk Muslim 500

ANTARA/AJI STYAWAN
Presiden Joko Widodo berbincang dengan pengasuh Pondok Pesantren Girikesumo KH Munif Zuhri saat berkunjung ke pesantren tersebut di Desa Banyumeneng, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, JUmat (19/1-/2018)

BERBAGAI tokoh menyambut baik masuknya nama Presiden Joko Widodo ke dalam urutan 50 besar tokoh muslim yang paling berpengaruh di dunia.

Daftar The Muslim 500 versi 2019 yang dirilis Pusat Studi Stra­tegis Islami Kerajaan Yordania itu memasang Jokowi di posisi 16, sama seperti tahun sebelumnya.

Ada pula nama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj di nomor 20 serta Habib Luthfi bin Yahya pada nomor 41.

Daftar The Muslim 500 menggarisbawahi kegemaran Jokowi blusukan. Menurut mereka, kebiasaan Jokowi itu membuat dia bisa mende­ngarkan keluhan dan masukan dari warga. Hal itulah yang membuat Jokowi menjadi sosok populer.

Saat menanggapi kabar itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo menyambut gembira karena itu dapat juga meningkatkan citra Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

“Alhamdulillah. Baik itu, bagus, dong,” ujar Bamsoet, panggilan akrab Bambang, di Jakarta, kemarin.

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin menilai masuknya Jokowi sebagai tokoh muslim berpengaruh di dunia menunjukkan nilai keislaman diimplementasikan kepemimpinannya.

Sebagaimana dikatakan Direktur Relawan TKN Jokowi-Amin, Maman Imanulhaq,­ salah satu yang disoroti, yakni peran pemerintah Indonesia dalam diplomasi memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ia juga menyoroti kondisi Islam yang disudutkan sebagai aktor aksi terorisme di tengah konflik Timur Tengah. Namun, Indonesia mampu memberi kontribusi terhadap Islam.

“Demokrasi yang diusung Indonesia berdasarkan atas nilai-nilai ketuhanan dan juga kearifan lokal di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem bidang Media dan Informasi Publik, Willy Aditya, menuturkan masuknya kembali Jokowi sebagai tokoh Islam berpengaruh di dunia merupakan bukti pengakuan di level internasional.

“Bangsa ini wajib mensyukuri bahwa kita kembali memunyai pemimpin di level internasional,” tutur Willy. (Pro/Mal/Pra/Ant/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More