Koalisi Gamang Prabowo-Sandi

Penulis: Golda Eksa Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 09:10 WIB Politik dan Hukum
Koalisi Gamang Prabowo-Sandi

ANTARA/Hafidz Mubarak A

GEJOLAK internal partai pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo ­Subianto-Sandiaga ­Salahudin Uno kembali ramai menjadi perbincangan.

Kasus terkini dilontarkan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno yang mengaku sejumlah calon anggota legislatif dari PAN menolak mengampanyekan Prabowo-Sandi.

Dalam penilaian Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, ter­gerusnya soliditas pendukung Prabowo-Sandi karena setiap anggota koalisi gagal menyelaraskan visi dan misi mereka menjadi sebuah kekuatan bersama.

“Saya melihat soliditas (di kubu Prabowo) sudah kacau balau. Nanti mungkin ada lagi gejolak di internal partai pengusungnya,” kata Pangi kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut Pangi, tujuan politik ialah memenangi pertarungan kemudian mengambil alih dan mendistribusikan kekuasaan. Akan tetapi, dalam kenyataannya kubu Prabowo-Sandi justru terlihat tidak memiliki mental berlaga. “Bagaimana kalau mental down? Saya pikir itu merusak soliditas di internal mereka. Prabowo harus memikirkan hal itu.”

Saat menjadi narasumber di acara Polmark Indonesia (Kamis, 18/10), Sekjen PAN Eddy Soeparno menyebut sejumlah caleg partainya menolak mengampanyekan Prabowo-Sandi.

“Mohon maaf ketum. Mohon maaf sekjen. Saya mungkin tidak bisa terang-terang-an berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Konstituen saya tidak sejalan dengan itu,” ujar Eddy menirukan pengakuan caleg tersebut.

Eddy juga mengakui partainya lebih fokus memenangi Pileg 2019 ketimbang pilpres sebagai konsekuensi dari pelaksanaan pemilu se-rentak tahun depan.

“Saya menerima pesan Whatsapp dan SMS, ‘Wah, ternyata yang kita pilih bukan kader. Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya Gerindra, bukan PAN’,” ungkap Eddy sebagaimana dikutip medcom.id, kemarin.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam akun Twitter-nya menyatakan dia menangkap kesan Prabowo kurang serius menjadi presiden. Andi menilai capres harus aktif berkeliling karena tidak ada rumus ajaib menang pilpres. Menurut dia, kalau Prabowo agak males-malesan, tidak mungkin partai pendukung yang superaktif.

“Prabowo harus kunjungi rakyat, sapa, peluk cium, dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang,” tutur Andi Arief.

Klarifikasi
Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menampik penilaian PAN tidak solid mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 tersebut.

“Pak Eddy itu sudah klarifikasi. PAN aktif mengampanyekan Prabowo-Sandi. Setiap partai punya cara. Saya juga mendengar sebagian besar caleg PPP enggan kampanye pasangan nomor 01,” jelas Dahnil.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, memaparkan kondisi berbeda justru ditunjukkan para caleg dari partai peng-usung Jokowi-Amin.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan para caleg, kepala daerah, dan kader seluruh partai agar menggalang dukungan untuk Jokowi-Amin. Mereka meyakini Jokowi mampu membawa perubahan progresif bagi Indonesia,” tandas Hasto. (Dro/Mal/Ant/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More