Taiwan Salahkan Tiongkok

Penulis: (AFP/Yan/I-2) Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 08:35 WIB Internasional
Taiwan Salahkan Tiongkok

AFP PHOTO / SAM YEH

PEMERINTAH Taiwan menyebut Interpol telah menolak permintaan mereka untuk menghadiri pertemuan umum tentang kesehatan di PBB pada bulan depan di Dubai. Taiwan ingin hadir dalam pertemuan tersebut sebagai pengamat.

Taiwan menuding Tiongkok sebagai biang kerok. Negara itu menyebut tekanan Tiongkok telah melahirkan kekecewaan terbaru pada forum internasional yang ingin diikuti Taiwan.

Sebaliknya, Tiongkok menyatakan pemerintahan negara demokratis Taiwan telah menggunakan kekuatan untuk mengurangi kehadiran mereka di panggung dunia sejak Presiden yang skeptis terhadap Beijing, yaitu Tsai Ing-wen berkuasa sejak Mei 2016.

Kemarin, pemerintah Taiwan mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima pemberitahuan resmi dari Interpol tentang permintaan negara itu untuk menghadiri pertemuan sebagai pengamat telah ditolak.

"Penolakan Interpol terhadap Taiwan tidak masuk akal. Tetapi, kami tahu alasan penting di balik itu ialah penindasan Tiongkok terhadap Taiwan," kata Perdana Menteri Taiwan William Lai kepada wartawan.

Dia menggambarkan perilaku Tiongkok terhadap Taiwan sebagai sikap yang arogan. Taiwan pertama kali meminta untuk menghadiri pertemuan serupa pada 2016.

Saat itu permintaan mereka ditolak. Lalu, Taiwan tidak mengajukan diri pada 2017 karena pertemuan tahunan diadakan di Beijing.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan penyesalan dan ketidakpuasan yang mendalam atas keputusan Interpol itu.

"Taiwan dibenarkan untuk mengambil bagian dalam Interpol dan mendapat dukungan dari sekutunya dan negara-negara yang berpikiran sama, termasuk Amerika Serikat," kata juru bicara Andrew Lee.

Menurutnya, tawaran Taiwan untuk menghadiri forum internasional secara rutin telah digagalkan di bawah tekanan dari Beijing. Tidak hanya itu, Taiwan juga telah diblokir dari partisipasi dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA) dan pertemuan perakitan Organisasi Sipil Internasional.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah mengatakan bahwa pulau itu (Taiwan) hanya dapat menghadiri WHA dari 2009-2016 karena pemerintah Taiwan sebelumnya memiliki konsensus dengan Beijing bahwa hanya ada 'Satu Tiongkok'.

Pemerintah di pulau itu, lanjutnya, telah menyatakan bahwa perjanjian tersebut memungkinkan hubungan lintas selat tanpa mengorbankan kedaulatan Taiwan. Beijing melihat hal itu sebagai makna bahwa Taiwan dan daratan merupakan bagian dari 'Satu Tiongkok'.

Sebaliknya, sejak Presiden Tsai dan Partai Progresif Demokrasi berkuasa, dia beralih menolak kesepakatan tersebut. Hal itu karena dia lebih condong ke arah kemandirian Taiwan dan menolak mengakui prinsip yang dipandang Beijing sebagai landasan bagi hubungan keduanya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More