Di Yangon, Peziarah Sampaikan Harapan di Kuil Penuh Ular Piton

Penulis: AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-2 Pada: Sabtu, 20 Okt 2018, 08:30 WIB Internasional
Di Yangon, Peziarah Sampaikan Harapan di Kuil Penuh Ular Piton

AFP/YE AUNG THU

PARA peziarah berbondong-bondong mendatangi sebuah kuil di tengah danau, di Yangon, Myanmar. Mereka menggantungkan harapan kepada kuil itu yang disebut sebagai surga ular piton lantaran lantai dan jendela kuil dipenuhi binatang melata tersebut.

"Mereka yang datang ke sini percaya bahwa doa-doa mereka akan terkabul. Syaratnya, ketika mereka meminta sesuatu, tidak boleh terlalu banyak, hanya satu hal saja. Jangan serakah," kata Sandar Thiri, biarawati yang tinggal di kuil bernama Baungdawgyoke.

Penduduk setempat meyakini kehadiran puluhan ekor ular piton berukuran 2-3 meter, sebagai tanda kekuatan yang dimiliki kuil. Salah seorang peziarah, Win Myint, mengungkapkan sejak kecil dia sudah terbiasa mengunjungi kuil keramat tersebut.

"Usia saya semakin tua. Akan tetapi, saya terus datang ke kuil untuk memberikan persembahan. Karena berkat yang didapat sudah mewujudkan berbagai harapan saya," ungkap Myint.

Saat melangkahkan kaki masuk ke ruang utama kuil, akan terlihat pohon yang dikelilingi patung-patung Buddha dan sejumlah ular piton bebas melewati dahan pohon.

Dengan lidah terjulur, pandangan binatang melata itu mengarah kepada para peziarah yang tengah bersujud. Tak jauh dari situ, seorang biksu duduk di kursi dengan dua ular piton besar di kakinya.

Badan ular seakan memegang segepok uang sekitar 1.000 kyat yang diselipkan peziarah dengan rangkaian harapan mereka. Seorang pengunjung perempuan terlihat berani mendekati ular piton dan mengusapnya.

Mitologi naga, yakni bahasa Sansekerta untuk ular, merupakan sosok yang lumrah terlihat di berbagai kuil di kawasan Asia Tenggara. Bagaimanapun, pengaruh Buddha, Hindu dan animisme, saling memiliki keterkaitan.

Biasanya, wujud binatang melata itu dihadirkan dalam bentuk naga yang diukir di batu, kemudian ditempatkan di pintu masuk kuil. Namun, gerombolan ular merayap di antara patung Buddha tentu menjadi pemandangan langka.

Bagi sebagian peziarah, perjalanan menuju Kuil Baungdawgyoke menjadi pengalaman spiritual yang tak biasa. Gambaran ular meringkuk di samping biarawan yang tengah bermeditasi, mengingatkan peziarah pada kisah dalam mitologi Buddha, tepatnya saat Buddha duduk di bawah pohon untuk bermeditasi.

Menurut legenda, seekor ular kobra melindungi Buddha dengan membuat tudung lebar di atas kepalanya saat hujan turun.

Bagi petani bernama Nay Myo Tyu, percaya akan memperoleh nasib baik jika membawa ular ke dalam kuil.

Dia berapa kali menemukan ular saat berladang dan meyakini ajaran Buddha bahwa semua makhluk hidup dapat bereinkarnasi sebagai manusia. Dengan begitu, haram baginya untuk membunuh ular tersebut.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More