Kesempatan Bisnis dari 53% Okupansi Hotel Kosong

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Jumat, 19 Okt 2018, 16:30 WIB Ekonomi
Kesempatan Bisnis dari 53% Okupansi Hotel Kosong

Ilustrasi

INDUSTRI perhotelan belum mencatatakan kinerja bagus karena hanya mencatatkan okupansi 53% per tahun dan sisanya menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Pasalnya, pemerintah tengah menggenjot sektor pariwisata dengan sejumlah terobosan termasuk menciptakan 11 destinasi baru selain Bali.

"Melalui usaha pemerintah menggenjot pariwisata dan di sisi lain okupansi hotel masih 53% sehingga keduanya menjadi kesempatan bisnis yang baik," terang CEO aplikasi pemesanan hotel, Bukakamar, Boby Haryadi di Jakarta. Jumat (19/10)

Menurut dia, arus wisatawan yang membutuhkan penginapan sangat besar sehingga menjadi kesempatan bisnis yang baik. Apalagi hal itu digarap melalui sistem aplikasi yang memberikan kemudahan bagi seluruh kalangan baik wisatawan asing maupun lokal.

Maka ia memulai mendirikan start up bernama Bukakamar yang mirip dengan online travel agent pada umumnya. Bedanya, tedapat fitur local rate yang menyediakan hotel dalam radius 5 kilometer dari lokasi pengguna.

Dengan begitu, kata dia, wisatawan dapat menemukan penginapan di tempat wisata yang dituju. Dengan layanan ini juga terdapat potongan harga sampai 10%.

"Kami sudah bekerja sama dengan 15 hotel dengan rate bintang 2 hingga 4 di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Medan, dan Padang," katanya.

Selain hotel, Boby memperkirakan mungkin akan menyediakan pemesanan layanan apartemen. Dengan semua layanan ini diharapkan dapat meraup 5% okupansi hotel.

"Tahun pertama ini kita targetkan pendapatan Rp12 miliar. Caranya kita akan bekerja sama dengan hotel karena yang lain tidak kemudian brand awarnes, sosmed juga dan kita akan ikut start up event," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More