Lagi, Para Tokoh Pesantren Jabar Dukung Jokowi

Penulis: Micom Pada: Kamis, 18 Okt 2018, 18:27 WIB Politik dan Hukum
Lagi, Para Tokoh Pesantren Jabar Dukung Jokowi

Dok. TKN Jokowi

SOKONGAN bagi Jokowi –Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 terus menggelembung. Hari ini, rombongan sejumlah tokoh pesantren Jawa Barat datang ke Rumah Aspirasi di Jalan Proklamasi 46, Jakarta, untuk menyatakan kesiapannya memenangkan pasangan capres-cawapres nomor 01 .

Kepada Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq, pimpinan rombongan, KH Abun Bunyamin, mengatakan para tokoh pesantren di Jawa Barat sepakat untuk mengantarkan Jokowi kembali memimpin Indonesia.

Menurut dia, saat ini kinerja pemerintah sangat baik sehingga Jokowi harus didukung agar bisa memimpin Indonesia dua periode. Selain itu, Jokowi juga sangat peduli pada pesantren, antara lain dengan ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasioal pada tahun 2015.

Ia berharap, ke depan pemerintahan Jokowi bisa memberdayakan pesantren.

“Kami ingin pesrantren dijadikan semacam laboratoroium yang akan  melahirkan santri sekaligus pengusaha dan tokoh yang menyebarkan  ajaran agama Islam yang damai,” kata KH Abun Bunyamin yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al Mujahirin, Purwakarta, Jawa Barat.

Maman Imanulhaq merespon permintaan itu dengan mengatakan pemerintahan Jokowi memang punya misi untuk mengembangkan kewirsuhaaan di pesantren. Ia juga menyebut, keputusan pemerintah membangun Universitas Islam Internasional di Depok, Jawa Barat, merupakan bentuk kepedulian Jokowi terhadap generasi muda muslim.

“Di universitas itu akan terbentuk santri yang punya wawasan global dan inovasi di bidang kewirausahaan,” ujar dia.

Yang tak kalah penting, tambah Maman, seluruh partai pengusung Jokowi mendukung Rancangan Undang–Undang (RUU) tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang segera dibahas di DPR dan disahkan menjadi Undang-Undang.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More