Banjir Lumpuhkan Aktivitas Warga di Aceh Barat dan Selatan

Penulis: Amiruddin Abdullah Reubee Pada: Kamis, 18 Okt 2018, 22:50 WIB Nusantara
Banjir Lumpuhkan Aktivitas Warga di Aceh Barat dan Selatan

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

HUJAN yang tiada henti di wilayah barat dan selatan Provinsi Aceh sejak sepekan terakhir mengakibatkan banjir. Aktivitas warga pun lumpuh, banyak toko/pasar yang tutup, sekolah diliburkan, dan lalu lintas tidak berfungsi.

Kawasan yang dilanda banjir di kawasan barat dan selatan Aceh itu meliputi Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Kabupaten Aceh Singkil. Di Kabupaten Aceh Singkil, sedikitnya 17 sekolah tingkat SD, MI, SMP, MTS, dan SMA lumpuh atau terhenti proses belajar mengajar. Setelah guyuran, air luapan Sungai Alas dan luapan Rawa Singkil telah merendam pekarangan sekolah atau masuk ke ruang belajar.

Adapun di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, pada Selasa (16/10) malam, banjir kiriman akibat luapan sungai dari Kecamatan Tangse dan Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie, telah terganggu arus lalu lintas. Ratusan bus, mobil pribadi, dan truk barang dari atau ke Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh-Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengalami kemacetan di  jalan. Mereka harus bermalam di lokasi menunggu banjir surut karena intensitas hujan sangat tinggi, banjir juga merendam 29 desa di tujuh kecamatan di Aceh Selatan.
Lokasi paling parah banjir di Aceh Selatan, yaitu Kecamatan Yapak Tuan, Kecamatan Trumon Tengah, Pasie Raja, Kluet Timur, dan Kluet Utara.

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, longsor mulai mengancam sejumlah wilayah  menyusul ambruknya tebing setinggi sekitar 10 meter di Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, Rabu (17/10), seusai turun hujan deras. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Sukabumi, Ahdar Somali, mengatakan, peristiwa ini belum dikategorikan sebagai tanggap darurat bencana. Namun, kewaspadaan terus ditingkatkan mengingat ada prediksi bakal terjadinya peralihan musim.

Sementara itu, tim SAR dari Satu­an Brimob Polda Sumbar berhasil menemukan seorang korban banjir bandang yang terjadi di Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (17/10). Ia bernama Daswirman, 59, merupakan korban keenam yang ditemukan.

Antisipasi Banjir
Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon, Agung Sedijono, menyebutkan, tahun lalu ada sekitar 2.000 warga di Kota Cirebon yang terdampak bencana banjir. Dari jumlah tersebut KPBD Kota Cirebon mengambil sejumlah sampel di beberapa titik untuk diberikan sosialisasi. “Mereka kami berikan sosialisasi bagaimana mencegah dan mengantisipasi terjadinya banjir di musim penghujan mendatang,” ungkap Agung, Kamis (18/10).
rin.
Sosialisasi yang diberikan di antaranya mereka diminta untuk tidak membuang sampah sembarang­an dan membuat lubang biopori. Agung berharap, warga yang sudah mendapatkan sosialisasi bisa menularkan kepada warga lainnya di lingkungan mereka.
BPBD Riau mewaspadai banjir aki­bat luapan lima sungai besar, yaitu Sungai Kampar, Sungai Siak, Sungai Indragiri, Sungai Rokan, dan Sungai Kuantan.

Selain itu, terdapat enam kabupaten yang merupakan daerah langganan banjir, yakni Pelalawan, Kampar, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

“Kita akan pantau peningkatan debit air di daerah aliran sungai yang rawan banjir. BPBD setempat sudah kita minta untuk bersiap menghadapi ancaman banjir,” jelas Kepala BPBD Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, kemarin. (BB/RK/YH/UL/N-3)

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More