Ujian Berat Juku Eja di Samarinda

Penulis: (Sat/R-1) Pada: Kamis, 18 Okt 2018, 23:00 WIB Sepak Bola
Ujian Berat Juku Eja di Samarinda

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

HUKUMAN Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persib Bandung secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi PSM Makassar. Klub berjuluk ‘Juku Eja’ itu mulai bertransformasi menjadi kandidat kuat peraih gelar Liga 1 2018 musim ini.

Hingga pekan ke-25, PSM ter­tinggal satu poin dari Persib Bandung yang berada di puncak klasemen dengan 45 poin. Peluang menggeser Persib dimiliki PSM ketika menyambangi Stadion Segiri, markas Borneo FC, hari ini.

Namun, bukan hal mudah mendapatkan tiga poin di Segiri. Borneo FC, tim asal Kalimantan Timur, bukanlah tim yang mudah ditaklukkan. Tiga dari lima laga terakhir melawan Borneo, PSM meraih hasil tidak memuaskan.

Dua musim terakhir di Segiri selalu menjadi mimpi buruk bagi ‘Juku Eja’. PSM takluk 1-4 saat berjumpa Borneo di Segiri pada Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Semusim berselang, PSM kalah 2-3 di tempat yang sama.

PSM yang kini ditangani Robert Rene Alberts juga wajib mewaspadai performa positif Borneo FC belakangan ini. ‘Pesut Etam’, julukan Borneo, meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir, di antaranya mengalahkan Madura United dan Persebaya Surabaya dalam tur ke Jawa Timur. Borneo FC juga sukses melibas Persipura Jayapura 2-1 di awal Oktober lalu.

“Kami membuktikan dapat meruntuhkan tim-tim papan atas dan kami tidak ingin kehilangan poin saat menjamu PSM. Kami harus lebih agresif dari mereka,” kata bek senior Borneo FC, Leo­nard Tupamahu.

Pertandingan ini akan berjalan sengit karena PSM membawa modal yang tak kalah berharga untuk menuju Samarinda. Rizky Pellu dan kawan-kawan tercatat tidak terkalahkan dalam delapan laga terakhir.

Yang membuat PSM berbahaya ialah produktivitas gol yang tidak hanya bertumpu kepada penyerang. Sejak dilatih Alberts, PSM sangat cair dalam hal membangun serangan. Hal ini membuat kontribusi pemain dalam catatan mencetak gol terbilang sangat merata. (Sat/R-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More