Bandara Ngloram Blora Diganti Nama Arya Penangsang

Penulis: Akhmad Safuan Pada: Rabu, 17 Okt 2018, 10:55 WIB Nusantara
Bandara Ngloram Blora Diganti Nama Arya Penangsang

MI/Akhmad Safuan

PROSES reaktivasi Bandara Ngloram di Kabupaten Blora, Jawa Tengah terus berlanjut. Bandara tersebut ditargetkan mulai beroperasi 2020 mendatang dan akan berganti nama menjadi Bandara Arya Penangsang. 

Nama baru tersebut mengambil nama Raja Kerajaan Jipang Panolan yang lokasi kerajaan tidak jauhh dari lokasi bandara di Desa Ngloram tersebut.

Pemantauan Media Indonesia, Rabu (17/10), reaktivasi Bandara Ngloram, sebelumnya berada di bawah kementerian ESDM untuk melayani penerbangan untuk kepentingan pertambangan minyak di Cepu, Blora terus dilanjutkan.

Saat masih aktif sekitar 1980, bandara tersebut hanya khusus melayani pesawat jenis kecil. Setelah terjadi pengalihan dari Kementerian ESDM ke Kementerian Perhubungan, pembenahan fisik akan dilakukan meliputi perpanjangan landasan, perluasan terminal, dan penambahan fasilitas hingga selayaknya bandara umum. Tujuannya agar bandara tersebut dapat didarati pesawat dengan ukuran lebih besar.

Proses pemagaran lahan bandara yang mati suri itu juga telah mendekati penyelesaian. Kini reaktivasi bandara dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Tengah bagian timur dan sebagian Jawa Timur bagian barat seperti; Blora, Rembang, Pati dan  Bojonegoro memasuki tahap perencanaan perluasan lahan.

"Kita akan segera meminta revisi masterplan bandara untuk pembebasan lahan perluasan bandara ysng direncanaksn nanti pintu gerbangnya tepat berada di depan stasiun Blora, sehingga terkoneksi," kata Bupati Blora Djoko Nugroho usai rapat presentasi masterplan Bandara Ngloram, Selasa (16/10).

Revisi masterplant itu sangat penting, ujar Djoko, karena menjadi dasar utama titik pembebasan lahan tambahan yang diperlukan, meskipun diketahui untuk kebutuhsn itu diperlukan tambahan sekitar 6,2 hektare lahan lagi.

"Kalau untuk perpanjangan landasan sudah selesai," tambahnya.

Agar segera mendapatkan masterplain bandara, lanjut Djoko Nugroho, segera diutus tim pembebasan ke Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan presentasi kepada gubernur, sehingga ditargetkan dalam pekan ini selesai. Apalagi dalam waktu dekat dikucurkan anggaran Rp40 miliar dari total kebutuhan reaktivasi bandara Rp80 miliar yang bersumber dari APBN.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo Indra Triyantono berharap ke depan bandara ini bisa didarati pesawat jenis ATR-72. Untuk itu, minimal pada tahapan awal ini ada pembebasan lahan seluas 6,2 hektare. Namun bentuknya posisi pembebasannya itu seperti apa, menurutnya harus dimasukkan dalam masterplan dahulu.

Tahun 2019 nanti, lanjut Indra, Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo telah menganggarkan anggaran sebesar Rp40 milar dari APBN untuk melakukan overlay dan perpanjangan landasan, sehingga diperkirakan bandara yang berganti nama Arya Penangsang dapat beroperasi 2020 mendatang. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More