Pemkab Mandaliling Natal Tetapkan Tanggap Darurat Hingga 18 Oktober

Penulis: Arga Sumantri Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 11:44 WIB Nusantara
Pemkab Mandaliling Natal Tetapkan Tanggap Darurat Hingga 18 Oktober

MI/Dwi Apriani

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal atau Madina, Sumatra Utara menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor hingga 18 Oktober 2018. Ketetapan ini sudah dikomunikasikan dengan pihak terkait.

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat pemberitahuan tentang status tanggap darurat itu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho seperti dilansir Antara, Sabtu (13/10).

Menurut Sutopo, BNPB terus memantau dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan pihak lainnya menangani bencana banjir dan longsor di Madina.

Selain memerlukan bantuan pencarian korban dan penanganan kerusakan rumah, kebutuhan mendesak untuk Madina adalah bahan makanan pokok masyarakat, dan alat berat.

BNPB mencatat sudah 17 orang tewas akibat bencana ini. Banjir merendam sembilan kecamatan di Madina yakni Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal.

Selain di Madina, bencana longsor juga terjadi di Sibolga dan menyebabkan empat orang meninggal, satu orang luka berat, dan tiga orang luka ringan.

Kerugian material di Sibolga meliputi 25 rumah rusak berat, empat unit rumah rusak sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 centimeter. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More