Beberapa Agenda Telah Dibahas dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 10:45 WIB Ekonomi
Beberapa Agenda Telah Dibahas dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank

ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

SELAMA seminggu pertemuan tahunan Internasional Monetary Fund (IMF) – World Bank 2018 diselenggarakan di Nusa Dua Bali, beberapa agenda telah menjadi perhatian dunia dan didiskusikan.

Pertama, strategi penanganan bencana. Negara-negara tamu selama seminggu ini melihat penanganan Indonesia terhadap bencana di Palu dan Donggala. Mereke menunjukkan solidaritas global terhadap Indonesia dari sisi kemanusiaan, bahwa bencana alam bisa terjadi dimana saja.

Kedua, pertemuan ini mengangkat topik pembangunan infrastruktur baik pembiayaan syariah maupun konvensional. Beberapa bank internasional terkejut melihat Indonesia punya satu persiapan dalam proyek infrastruktur dan variasi instrumen pembiayaan.

Delegasi yang beberapa tahun lalu pernah mengunjungi Bali melihat Indonesia telah merealisasinkan pengembangan infrastruktur jalan tol dan bandara. Sehingga itu memberikan harapan bagi mereka bahwa di belahan Indonesia lain akan ada banyak proyek infrastruktur yang layak dibiayai

Indonesia, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, masuk dalam negara yang paling layak untuk berinvestasi dengan tersedianya instrumen baik dalam sukuk maupun green bond dan lainnya.

"Ini menjadi potensi yang menarik untuk pembiayaan," ujar Sri Mulyani di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Pembahasan ketiga mengenai pembangunan sumber daya manusia. Sesuai dengan instruksi, dalam event itu muncul inisiatif baru Human Capital Index (HCI) yaitu inisiatif untuk mengukur kemampuan sumber daya manusia baik kesehatan dan pendidikan. Bagaimana sebuah negara mengejar ketertinggalan, memperbaiki program agar lebih efektif.  Indonesia termasuk negara yang punya anggaran dan hasilnya bisa diperbaiki lagi.

Topik selanjutnya adalah teknologi. Banyak selebritas dan filantropis yang hadir memberikan influece dalam bentuk kebijakan agar Indonesia makin siap ketika punya fokus untuk menyelesaikam sesuatu.

Salah satunya ialah Gates Foundation. Mereka perhatian soal kesehatan dan ingin membantu riset di Bio Farma untuk vaksin di seluruh dunia. Sehingga vaksin tidak hanya diproduksi negara barat yang sifatnya monopoli, namun juga di Indonesia dan India yang diharapkan punya kapasitas menjadi pemain dunia.

Untuk polio dan pneunomonia, Indonesia masuk dalam kategori negara yang maju dibanding dengan negara berpendapatan rendah.

Karena pendapatan perkapitanya sudah lebih tinggi,sehingga akses vaksinnya menjadi lebih mahal. Namun, bila bisa memproduksi sendiri,  harga vaksin akan bisa menjadi lebih terjangkau.

Dalam pembahasan teknologi pun menghasilkan inisiatif untuk sektor jasa keuangan . Bali Fintech Agenda menghasilkan 12 pokok yang akam dipakai sebagai landasan bagi banyak negara untuk mengembangkan fintech.

Topik lain yang dibahas adalah perubahan iklim atau climate change. Ada 60 juta pekerjaan yang bisa dibuat bila dunia mendiskusikan upaya mengatasi perubahan iklim. Namun bila diabaikan, perubahan iklim bisa menimbulkan kerusakan dengan nilai kerugian besar US$230 milar.

Dalam pertemuan G20,  dipaparkan update situasi krisis terkini dan tantangan yang dihadapi untuk menstabilkan nilai tukar, menghadapi kenaikan suku bunga dan arus modal asing keluar serta tensi dagang yang dibahas dihadapan gubernur The Fed dan bank sentral Tiongkok.

Pembahasan juga memperhatikan soal 40% dari negara berpendapatan rendah hadapi persoalan utang yang tidak sustain bagi mereka sehingga diharapkan bisa memperbaiki pengelolaannya.

Rapat Komite pembangunan mengumumkan kenaikan permodalan dari Bank Dunia sudah efektif. Artinya mereka punya kemampuan untuk berikan pinjaman lebih dari US$100 miliar untuk membantu negara berkembang menghadapi risiko peningkatan suku bunga dan arus modal keluar.

"Bank Dunia menyampaikan ada US$30 triliun yang masuk ke mereka dari sektor swasta, menunggu, namun belum menemukan proyek yang cocok untuk dibiayai," tukas Sri Mulyani. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More