Berbagai Lembaga Dunia Tunjukkan Minat Bantu Indonesia

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 10:00 WIB Humaniora
Berbagai Lembaga Dunia Tunjukkan Minat Bantu Indonesia

ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

STRATEGI penanganan bencana Indonesia di Palu dan Lombok dilihat para negara tamu pertemuan tahunan Internasional Monetary Fund (IMF)-World Bank selama seminggu ini. Hampir di semua kesempatan, mereka menunjukkan simpati dan siap mendukung Indonesia membangun kembali kedua daerah tersebut, untuk bisa bangkit kembali.

"Ini sesuatu yang membuat kami merasa solidaritas global terhadap Indonesia dari sisi kemanusiaan memperlihatkan bencana alam dapat terjadi di mana saja," ujar Sri Mulyani di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Dari sisi instrumen pembiayaan, pemerintah pekan depan akan membahas anggaran rehabilitasi dan dekonstruksi bersama dewan. Mereka akan belajar dari instrumen baru pendanaan pascabencana dari Filipina, Meksiko, Kolombia, Cile, dan lainnya.

Beberapa lembaga keuangan dunia seperti Asian Development Bank (ADB) dan Bank Dunia juga siap membangun daerah-daerah di Indonesia yang terkena bencana.

“Hampir semua pemerintah memberikan bantuan terhadap Lombok, termasuk Sekjen PBB Antonio Guterres , Vice President ADB Kristalina Georgieva. Begitu mereka kembali dari Palu, mereka melihat Indonesia punya resiliensi solidaritas dan merespon kagum pada penanangan pascabencana. Mereka katakan Indonesia punya ambisi untuk rehabilitasi dengan sangat cepat,” ungkap Menkeu.

Sejauh ini, pemerintah menggunakan anggaran APBN untuk pemulihan Lombok dan Palu. Anggaran itu akan ditingkatkan sesuai kebutuhan.

ADB pun biasanya memberikan hibah US$3 juta dan mengirimkan tim penanganan bencana membuat data satelit sebelum dan sesudah bencana.

Dari sisi pemerintah daerah, semua memberikan laporan jumlah rumah yang rusak dan akan diinventarisir.

“Lombok akan kami berikan bantuan perumahan sementara dan infrastruktur yang dikoordinasikan BNPB dan PUPera. Untuk 2018, kami gunakan anggaran. Bila ada bantuan dana darurat ADB US$1 miliar, kami akan lihat bentuk skema pembiayaanya,” kata Sri Mulyani

Untuk menghadapi ketidakpastian global dan bencana ke depan, pemerintah akan melihat strukturnya pembiayaannya pada APBN 2019, berapa dana rehabilitasi yang dibutuhkan dan pooling fund.

Lembaga-lebaga yang bersifat bilateral seperti Jepang, Jerman, Belanda, Kanada, Singapura juga telah menyampaikan keinginan mereka untuk membantu pemulihan Palu dan Lombok, berkoordinasi dengan pengalaman penanganan bencana oleh Indonesia di Aceh dan Yogya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More