Kerja Keras Lampaui Target

Penulis: Budi Ernanto Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 09:55 WIB Olahraga
Kerja Keras Lampaui Target

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto


USAI sudah gelaran Asian Para Games 2018 yang terbesar sepanjang sejarahnya.
Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, resmi menutup pesta olahraga yang melibatkan 2.800 atlet dari 43 negara, 2.000 ofisial, dan 8.000 relawan itu di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin.

Acara tadi malam menyajikan pergelaran dengan tema We are one wonder yang menyoroti keberhasilan para atlet membuktikan dengan bersatu banyak hal diraih melampaui batas kemampuan.

Ratusan pendukung acara, baik dari dalam maupun luar negeri, terlibat merayakan keberhasilan ajang olahraga ini. Para musikus baru, seperti Allafta Hirzi Sodiq, Claudya Fritsca, Naura, dan Sheryl  Sheinafia meramaikan selebrasi bersama para senior mereka: Judika, Rio Febrian, Grup Coklat, dan NTRL. Selain itu, Ace of Angels, girls band dari Korea menjadi penampil pamungkas.

"Asian Para Games 2018 di Indonesia lebih dari ajang olahraga. Lebih dari kompetisi. Lebih dari memenangi medali untuk negara. Namun, ajang itu memenangi semangat kesetaraan dalam kemanusiaan yang merangkul keberagaman dan menghancurkan stigma serta prasangka. Inilah momen penting dalam sejarah bangsa-bangsa Asia," kata Jusuf Kalla dalam pidatonya.

"Terima kasih kepada para atlet yang berpartisipasi. Anda semua menunjukkan bahwa Anda jauh lebih kuat, lebih baik, dan lebih mampu daripada yang dipikirkan dunia. Kerja keras dan pencapaian luar biasa ini meruntuhkan halangan dan mengubah persepsi terhadap penyandang disabilitas," lanjut Kalla.

Dalam kesempatan itu, Kalla memohon maaf kepada Presiden Joko Widodo karena melesetnya target capaian 16 medali para atlet Indonesia.

"Kepada Bapak Presiden, kami ucapkan terima kasih, maaf. Target yang Bapak Presiden berikan kepada kontingen Indonesia, yaitu 16 emas ternyata meleset, tetapi meleset ke atas," ujar Kalla sambil tersenyum (lihat grafik).

Sebelumnya, di Istana Bogor, Presiden Joko Widodo meluapkan rasa syukurnya atas melesetnya target para atlet Indonesia di ajang Asian Para Games 2018.

"Saya melihat kerja keras luar biasa. Awalnya target 16 emas kemudian masuk 8 besar. Namun, ternyata semua target meleset ke atas yang merupakan pencapaian positif," ungkap Jokowi.

Jokowi pun bersyukur dapat memberikan bonus kepada para atlet sama seperti yang diterima atlet di event Asian Games. Peraih medali emas mendapat Rp1,5 miliar, sedangkan peraih medali perak mendapat Rp500 juta. Untuk peraih medali perunggu mendapat Rp250 juta dan atlet yang tidak meraih mendali serta para pelatih juga diganjar bonus Rp20 juta.

Target dunia
Presiden Komite Paralimpiade Asia (APC), Majid Rashed, menyatakan Asian Para Games 2018 memecahkan banyak rekor sejak Sabtu (6/10) hingga Sabtu (13/10). Dia memuji peran Indonesia dalam menciptakan rekor baru tersebut.

"Di Asian Para Games tahun ini, Laos dan Timor Leste mendapatkan medali pertama mereka. Filipina dan Kuwait juga pertama kali mendapat emas. Ada 15 rekor baru tercipta dan 75% dari seluruh negara peserta berhasil naik podium," ungkap Rashed di arena Gelora Bung Karno.

Kepala Pelatih bulu tangkis Indonesia, Imam Kunantoro, mengakui prestasi yang diraih menjadi modal para atlet di Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Indonesia meraih enam medali emas dari bulu tangkis. Satu keping dari nomor beregu putra dan lainnya dari nomor perorangan. Bulu tangkis ditargetkan mendapat empat medali emas.

"Kami jadikan Asian Para Games sebagai patokan untuk bersaing di Paralimpiade 2020. Soal usia, saya tidak khawatir karena selama atlet masih siap," tandas Imam, kemarin. (Dro/Ant/X-3)                                  

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More