Banjir dan Longsor di Sumatra Tewaskan 22 Orang

Penulis: (YH/Dhk/Put/Try/YR/RS/N-2) Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 09:40 WIB Nusantara
Banjir dan Longsor di Sumatra Tewaskan 22 Orang

MI/Dwi Apriani

HUJAN deras yang melanda wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat dalam dua hari terakhir menyebabkan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

"Data sementara yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Utara dan BPBD Sumatra Barat, banjir dan longsor menyebabkan 22 orang meninggal dunia, 15 orang hilang, dan puluhan orang luka-luka," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan persnya, kemarin.

Banjir dan longsor melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara. Daerah itu meliputi Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan, dan Batang Natal. Data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal.

"Evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban masih dilakukan. Kondisi medan berat karena desa-desa terdampak di pegunungan, pinggir hutan, dan akses jalan sulit dijangkau karena rusak," imbuh Sutopo.

Bupati Mandailing Natal telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor selama tujuh hari berlaku hingga 18 Oktober.

Hujan juga menyebabkan longsor di Kota Sibolga, Sumatra Utara, dan menewaskan 4 orang, 1 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan. Kerugian material meliputi 25 rumah rusak berat, 4 unit rumah rusak sedang, dan 100 rumah terendam banjir dengan ketinggian 60-80 cm.

Sementara itu, banjir bandang terjadi di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Banjir bandang menyebabkan 4 orang tewas dan 3 orang hilang. Beberapa wilayah di Kabupaten Pasaman Barat juga terjadi longsor dan banjir. Satu orang meninggal dan dua orang hilang. Bencana hidrologi ini menyebabkan sekitar 500 unit rumah terendam banjir, 3 unit jembatan gantung roboh, dan 2 unit rumah hanyut.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menginstruksikan BPBD setempat  menyiagakan personel untuk menghadapi berbagai potensi bencana karena meningkatnya curah  hujan beberapa hari terakhir.

"Selain instruksi kepada BPBD, kita juga meminta informasi dari wali nagari dan camat terkait bencana alam yang terjadi di wilayah masing-masing sehingga dapat ditangani cepat," ujarnya.

Masih terkait dengan bencana alam, masa tanggap darurat penanganan bencana di Sulawesi Tengah diperpanjang selama 14 hari. Gubernur Sulawesi Tengah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 26 Oktober mendatang.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More