Sri Mulyani Terbaik Se-Asia Pasifi k

Penulis: (Fat/X-7) Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 09:10 WIB Internasional
Sri Mulyani Terbaik Se-Asia Pasifi k

ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

DINILAI mampu mengelola APBN secara efisien dan kredibel, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali memperoleh penghargaan Menkeu Terbaik se-Asia Pasifik. Kali ini predikat tersebut diberikan media Global Markets.

"Kami menilai kinerja Sri Mulyani efisien dan kredibel dalam mengelola keuangan negara sejak kembali menjabat di 2016," ucap Managing Editor Global Markets Toby Fildes dalam sambutannya di acara Annual Awards Reception, di Nusa Dua, Bali, semalam.

Sri juga berhak mendapat kredit atas keberhasilan Indonesia menekan angka kemiskinan dan meningkatkan tingkat kepatuhan pajak.

Pada acara yang diselenggarakan Global Markets itu, Fildes mencatat, sejumlah kemajuan pada perekonomian Indonesia semenjak Sri Mulyani menjabat.

"Di antaranya alokasi belanja negara yang meningkat hingga 21,1% produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan belanja modal yang mencapai 97% di tahun lalu. Padahal, sebelum dipegang Sri Mulyani, penyerapan belanja modal tidak beranjak dari level 73% dari yang dianggarkan," tambahnya.

Di tempat yang sama, Sri Mulyani mengaku bersyukur, bahwa apa yang telah dilakukannya mendapat apresiasi dari dunia internasional.

"Fakta bahwa apa yang telah saya lakukan telah diakui dunia internasional merupakan hal yang sangat menyentuh dan membanggakan. Namun, kadang kita merasa dunia internasional malah lebih menghargai apa yang saya lakukan ketimbang di dalam negeri," ucap Sri Mulyani seusai menerima piala penghargaannya.

Di sisi lain, ia bersyukur masyarakat Indonesia tetap kritis pada kebijakan pemerintah. Dengan begitu, ia dapat lebih berhati-hati dan terus memperbaiki kinerjanya mengingat tantangan finansial Indonesia di masa depan semakin sulit.

Sepanjang 2018, Sri Mulyani telah tiga kali mendapatkan predikat yang sama dari tiga lembaga berbeda.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More